Zohran Mamdani cetak sejarah jadi wali kota muslim pertama di New York (REUTERS/Jeenah Moon)
INDOZONE.ID - Zohran Mamdani menjadi sorotan publik setelah berhasil mencetak sejarah sebagai muslim pertama yang terpilih menjadi Wali Kota New York ke-111.
Politisi berusia 34 tahun dari Partai Demokrat itu, terpilih menjadi Wali Kota New York setelah mengalahkan mantan gubernur Andrew Cuomo dan kandidat dari Partai Republik, Curtis Sliwa.
Zohran Mamdani, juga dikenal sebagai seorang demokrat sosialis dan anggota dewan negara bagian dari Queens, berhasil meraih lebih dari 50 persen suara.
Baca juga: Wali Kota Prabumulih Akui Kesalahan, Pencopotan Kepsek Dipicu Emosi Anaknya Terkena Hujan
Cuomo berada di posisi kedua dengan sekitar 40 persen, sedangkan Sliwa hanya memperoleh sekitar 7 persen.
Kemenangan Mamdani diumumkan di tengah banyaknya keberhasilan Partai Demokrat di berbagai negara bagian lain.
Misalnya, Abigail Spanberger terpilih sebagai gubernur perempuan pertama di Virginia, dan Mikie Sherrill menang di New Jersey melawan kandidat yang didukung Donald Trump.
Suasana pesta kemenangan Zohran Mamdani di Brooklyn Paramount pecah ketika hasil resmi diumumkan. Sorak-sorai dan pelukan mewarnai malam bersejarah itu.
Selain menjadi Muslim pertama yang memimpin New York, Zohran Mamdani juga jadi wali kota termuda dalam lebih dari 100 tahun, sekaligus yang pertama berdarah Asia Selatan.
Zohran Mamdani terpilih jadi wali kota muslim pertama di New York (Instagram/zohrankmamdani)
Sebelum mencalonkan diri, Mamdani bukanlah sosok yang terkenal. Namun, pesannya tentang keterjangkauan hidup dan keadilan sosial berhasil menarik simpati banyak warga New York.
Dalam kampanyenya, ia menjanjikan beberapa hal, diantaranya:
Kampanye Zohran Mamdani yang didukung oleh donasi kecil dan relawan dalam jumlah besar menjadi gerakan akar rumput yang kuat.
Dengan strategi media sosial yang cerdas dan pesan perubahan yang jelas, ia sukses memenangkan pemilihan pendahuluan Demokrat pada Juni lalu, mengalahkan Cuomo dengan selisih hampir 13 poin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian