Ilustrasi kecerdasan emosional. (Freepik).
INDOZONE.ID - Kamu pasti sering dengar kan, kalau biar sukses nggak cuma butuh IQ tinggi, tapi juga EQ alias kecerdasan emosional. Banyak orang pintar tapi tetap mentok karena nggak terlalu bisa “ngatur emosi” atau “ngerti orang lain” hal-hal yang jarang diajarin di sekolah. Nah, kalau kamu pengin tahu seberapa tinggi kecerdasan emosional kamu atau orang di sekitar kamu, ini ada 7 tanda yang bisa jadi patokannya.
Orang dengan “EQ tinggi” nggak cuma ngerti “aku marah”, tapi juga tahu “kenapa aku marah”, dan bahkan bisa ngerasa apa yang orang lain rasain. Riset menyebutkan bahwa kemampuan memahami emosi sendiri dan orang lain merupakan bagian dari definisi kecerdasan emosional.
Jadi, kalau kamu sering mikir, “Kenapa gue geregetan? Oh iya, tadi dipotong di tengah pembicaraan,” atau kamu bisa baca suasana orang lain tanpa mereka ngomong banyak, itu salah satu cirinya.
Baca juga: Meditasi dan 3 Hal ini Dapat Meningkatkan Kecerdasan Emosional, Apa Saja?
Bukan berarti mereka nggak pernah marah atau sedih, tapi mereka tahu kapan harus merespons dan kapan harus “menghela napas dulu”. Orang dengan kecerdasan emosional tinggi cenderung lebih tenang dalam situasi panas dan nggak langsung “meledak”.
Contohnya, pas ada konflik, mereka nggak langsung teriak atau kabur, tapi seringnya dengerin dulu, lalu baru ngomong.
Empati bukan cuma “oke, gue tahu lo sedih”, tapi “gue bisa ngelihat kenapa lo sedih, dan gue tahu gimana caranya jadi ada buat lo”. Ini termasuk bagian penting dari kecerdasan emosional.
Jadi, kalau kamu punya teman yang selalu bisa bikin kamu merasa “dimengerti”, besar kemungkinan dia punya EQ yang lumayan bagus.
Orang dengan EQ tinggi tahu bahwa kritik bukan semata-mata “serangan”, tapi bisa jadi bahan upgrade. Mereka bisa terima masukan tanpa defensif. Salah satu artikel menyebut bahwa menerima kritik dan mengubah diri adalah salah satu tandanya.
Kalau kamu pas dikritik nggak langsung baper, tapi mikir, “Oke, ini bisa bikin gue lebih baik,” berarti kamu menuju ke jalan yang oke nih.
Interaksi sosial dan konflik itu pasti ada. Yang membedakan, orang dengan kecerdasan emosional tinggi bisa menjaga hubungan, komunikasi tetap lancar, dan konflik nggak berlarut-larut jadi toxic.
Jadi, kalau kamu sering jadi “penengah” dalam grup atau teman-teman suka minta saran ke kamu karena kamu bisa “ngeh”, berarti skill kamu ini keren.
Zaman sekarang cepat banget berubah. Orang dengan EQ tinggi nggak gampang takut perubahan, mereka lebih ke, “Oke, ini tantangan baru,” ketimbang “Gue nggak siap.”
Beberapa sumber menyebut bahwa adaptasi terhadap perubahan adalah bagian dari karakter EQ tinggi. Contohnya, ketika kerja remote tiba-tiba, mereka nggak panik, tapi cari cara supaya tetap produktif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Brainmanager.io, Moneycontrol.com