Ilustrasi wanita dengan bermacam warna kulit. (allure.com)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu ngerasa insecure sama warna kulit sendiri? Atau sempat kepikiran, “Duh, kulitku terlalu gelap atau pucat, jadi kayaknya nggak cocok pakai ini itu”? Tenang, kamu nggak sendirian, banyak banget yang pernah ngerasain hal serupa.
Tapi sebelum kamu keburu baper, yuk kenalan dulu sama beberapa fakta penting soal skin tone, kenapa setiap orang punya warna kulit yang berbeda, dan kenapa warna kulit kamu itu sebenarnya bukan hal yang perlu bikin minder sama sekali. Justru bagian dari apa yang bikin kamu unik.
Warna kulit manusia dipengaruhi oleh pigmen di kulit, terutama pigmen bernama melanin. Semakin banyak melanin, warna kulit cenderung lebih gelap; sedikit melanin, kulit jadi lebih terang.
Selain itu, ada istilah penting skin tone dan undertone. Skin tone adalah warna kulit yang terlihat di permukaan, bisa terang, medium, gelap, dan sebagainya. Sedangkan undertone adalah rona alami di bawah kulit, bisa warm (kuning/emas/keemasan), cool (kemerahan/pinkish/keabu-abuan), atau netral. Undertone ini nggak berubah meskipun kulitmu sedikit berubah warna karena faktor luar.
Jadi, kalau kamu merasa warna kulitmu “kurang pas”, bisa jadi karena kamu belum kenal undertone-mu dulu. Kenali dulu, deh. Kadang perasaan insecure itu cuma karena kita belum tahu detail kecil ini.
Baca juga: Yuk Kenali Skin Tone dan Undertone Kulit Kamu
Sayangnya, di banyak budaya ada anggapan bahwa kulit lebih cerah itu lebih cantik atau menarik. Pikiran ini bikin standar kecantikan jadi sempit dan bikin banyak orang merasa tertekan. Dalam penelitian, kondisi ini dikenal sebagai colorism, yaitu diskriminasi atau bias terhadap warna kulit, tergantung seberapa terang atau gelapnya.
Akibatnya, banyak orang jadi kurang percaya diri dan merasakan dampak psikologis, seperti rendahnya rasa percaya diri, citra diri yang buruk, stres, bahkan gangguan mental. Misalnya, dalam sebuah studi, peserta yang diminta menunjukkan skin tone ideal cenderung memilih warna kulit yang lebih terang daripada warna kulit mereka sendiri, yang menunjukkan bahwa standar kecantikan sering dikaitkan dengan kulit cerah.
Penelitian lain juga menemukan bahwa di beberapa kelompok, orang dengan kulit lebih gelap justru mengalami lebih banyak diskriminasi, stres, dan dampak negatif pada kesehatan mental.
Jadi, rasa insecure tentang warna kulit bukan cuma soal perasaan pribadi, tapi juga dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya, seperti standar kecantikan, stereotip, dan tekanan sosial yang kadang kita sendiri tidak sadari.
Ilustrasi wanita dengan berbagai warna kulit. (pinterest)
Nah, berikut beberapa fakta yang bisa membantu kamu mulai menerima warna kulitmu:
Kalau kamu sering merasa insecure sama warna kulit, coba beberapa langkah ini:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PubMed