Ilustrasi ikan (Sumber : Freepik)
INDOZONE.ID - Sering dengar pepatah “Makan ikan biar pintar”? Mungkin orang tua atau nenek-kakek kamu juga sering bilang begitu. Tapi, bener nggak sih ikan benar-benar bisa bikin otak anak lebih cerdas? Yuk, kita ulik bareng fakta ilmiahnya biar jelas dan nggak cuma sekadar mitos.
Ikan, terutama jenis “berlemak” alias fatty fish, kaya banget akan asam lemak omega-3, seperti DHA dan EPA. Nutrisi ini penting banget buat perkembangan otak dan jaringan saraf anak.
Otak anak terus berkembang sampai remaja, jadi kalau asupan omega-3 terpenuhi, bisa bantu fungsi otak, daya ingat, konsentrasi, dan kecerdasan secara keseluruhan.
Tapi, sebelum kamu buru-buru stok salmon tiap minggu, mending kita intip dulu hasil risetnya biar nggak asal percaya mitos tanpa fakta.
Baca juga: 3 Manfaat Konsumsi Ikan Laut yang Sayang Dilewatkan
Sebuah penelitian dari Tiongkok yang melibatkan anak-anak usia 9–11 tahun menemukan bahwa anak-anak yang rutin makan ikan memiliki skor IQ lebih tinggi, baik untuk verbal IQ maupun kognitif secara keseluruhan, dibandingkan dengan anak-anak yang jarang atau tidak makan ikan. Menariknya, penelitian ini juga menunjukkan bahwa konsumsi ikan sering berkaitan dengan kualitas tidur yang lebih baik, dan tidur yang nyenyak ternyata ikut mendukung perkembangan otak serta IQ.
Selain itu, sebuah tinjauan sistematis terhadap berbagai studi menemukan bahwa konsumsi seafood, termasuk ikan, dalam jumlah yang direkomendasikan kemungkinan besar dapat meningkatkan perkembangan kognitif anak dan remaja. Jadi, ada bukti ilmiah yang mendukung bahwa makan ikan secara teratur memang bisa berhubungan dengan kecerdasan dan fungsi otak anak.
Eits, jangan langsung asumsikan makan ikan adalah jaminan pintar, ya. Ada “tapi”-nya.
Dalam sebuah uji acak terkontrol (RCT) pada anak usia prasekolah 4–6 tahun, peningkatan asupan ikan dibandingkan daging tidak selalu menghasilkan kenaikan yang signifikan pada skor kognitif secara keseluruhan. Studi lain pada anak usia 8–9 tahun menunjukkan bahwa konsumsi ikan berlemak bisa meningkatkan beberapa aspek fungsi kognitif, seperti perhatian dan fleksibilitas berpikir. Namun efeknya tidak terlalu besar dan tidak semua domain kognitif terpengaruh.
Intinya, meskipun ada sinyal positif bahwa ikan bisa membantu kecerdasan dan perkembangan otak, hasilnya belum konsisten untuk semua anak. Efeknya bisa dipengaruhi banyak faktor, mulai dari frekuensi konsumsi ikan, jenis ikan, pola makan lainnya, stimulasi otak, hingga gaya hidup secara keseluruhan.
Penting banget diingat, makan ikan cuma salah satu bagian dari pola hidup sehat. Supaya manfaatnya maksimal, perlu dibarengi dengan hal-hal lain, misalnya:
Kalau cuma makan ikan tapi pola hidup lainnya acak-acakan, efeknya tentu bisa kurang maksimal.
Baca juga: Konsumsi Ikan, Ahli Gizi IPB Bilang Bisa Cegah Stunting dan Tingkatkan Kekebalan Tubuh
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PubMed, Nature.com