Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 30 DESEMBER 2025 • 12:00 WIB

Picky Eater Bukan Sekadar Drama Anak, Ini Penyebab Sebenarnya

Picky Eater Bukan Sekadar Drama Anak, Ini Penyebab SebenarnyaIlustrasi anak tak mau dan susah makan. (Freepik)

INDOZONE.ID - Pernah nggak sih melihat si kecil cuma mau makan nasi, ayam goreng, atau makanan itu-itu aja? Terus mulai berpikir, “Waduh, anakku picky eater nih”? Tenang, kamu nggak sendiri!

Fenomena picky eater sangat umum terjadi pada balita dan anak kecil. Dan jangan salah, ini nggak selalu karena anak manja atau orang tua kurang tegas. Banyak faktor biologis, psikologis, hingga lingkungan yang membuat anak menjadi pilih-pilih makanan.

Apa Itu Picky Eater? Bukan Cuma Sulit Makan

Picky eater adalah anak yang menolak banyak jenis makanan, baik yang baru maupun yang sudah dikenal. Akibatnya, pilihan makanannya terbatas, dan kadang memengaruhi asupan nutrisi mereka.

Baca juga: 20 Ide Menu Sehat dan Lezat untuk Si Kecil yang 'Picky Eater'

Ciri-ciri anak picky eater biasanya:

  • Menolak makanan karena tekstur, warna, bau, atau rasa
  • Hanya mau makan beberapa jenis makanan tertentu
  • Sulit mencoba makanan baru walau sering ditawarkan

Jadi, ini bukan sekadar anak ngambek. Di baliknya ada proses perkembangan sensorik dan biologis yang membuat mereka pilih-pilih makanan.

1. Sensitivitas Sensorik: Banyak Anak Punya Lidah Super Tajam

Beberapa anak sangat sensitif terhadap rasa, bau, atau tekstur makanan, misalnya:

  • Tidak suka tekstur lembek atau berserat
  • Bau tertentu langsung bikin eneg
  • Rasa yang terlalu “kuat” bikin mulut otomatis menolak

Ini bukan sekadar pilih-pilih, tapi perbedaan dalam sensory processing yang sering menjadi penyebab intrinsik picky eating.

2. Tahap Perkembangan (Food Neophobia dan Toddler Phase)

Balita berada di fase perkembangan cepat dan ingin mengeksplor banyak hal, termasuk rasa makanan. Di fase ini, mereka cenderung takut mencoba makanan baru (food neophobia) atau ingin kontrol atas lingkungannya, termasuk makanan.

Memaksa sering membuat mereka makin menolak. Bukan karena manja, tapi karena otak mereka sedang berkembang.

3. Faktor Genetik: Bisa Turunan!

Riset menunjukkan DNA memengaruhi pola makan anak, terutama rasa dan preferensi makanan. Artinya, beberapa anak memang “bawaan lahir” lebih sensitif terhadap rasa tertentu.

4. Pengalaman Makan Awal yang Mempengaruhi Nanti

Cara makanan diperkenalkan sejak bayi, seperti:

  • Waktu perkenalan makanan padat
  • Konsistensi dan variasi makanan
  • Model makan dari orang tua

Bisa membentuk pola makan anak di masa kecil. Anak yang sering dipaksa makan jenis tertentu bisa jadi lebih menolak nanti.

5. Perilaku Orang Tua dan Lingkungan Meja Makan

Picky Eater Bukan Sekadar Drama Anak, Ini Penyebab SebenarnyaIlustrasi ibu yang marah saat anaknya tidak mau makan (Freepik)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Theguardian.com, PubMed

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Picky Eater Bukan Sekadar Drama Anak, Ini Penyebab Sebenarnya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!