Ilustrasi anak tak mau dan susah makan. (Freepik)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih melihat si kecil cuma mau makan nasi, ayam goreng, atau makanan itu-itu aja? Terus mulai berpikir, “Waduh, anakku picky eater nih”? Tenang, kamu nggak sendiri!
Fenomena picky eater sangat umum terjadi pada balita dan anak kecil. Dan jangan salah, ini nggak selalu karena anak manja atau orang tua kurang tegas. Banyak faktor biologis, psikologis, hingga lingkungan yang membuat anak menjadi pilih-pilih makanan.
Picky eater adalah anak yang menolak banyak jenis makanan, baik yang baru maupun yang sudah dikenal. Akibatnya, pilihan makanannya terbatas, dan kadang memengaruhi asupan nutrisi mereka.
Baca juga: 20 Ide Menu Sehat dan Lezat untuk Si Kecil yang 'Picky Eater'
Ciri-ciri anak picky eater biasanya:
Jadi, ini bukan sekadar anak ngambek. Di baliknya ada proses perkembangan sensorik dan biologis yang membuat mereka pilih-pilih makanan.
Beberapa anak sangat sensitif terhadap rasa, bau, atau tekstur makanan, misalnya:
Ini bukan sekadar pilih-pilih, tapi perbedaan dalam sensory processing yang sering menjadi penyebab intrinsik picky eating.
Balita berada di fase perkembangan cepat dan ingin mengeksplor banyak hal, termasuk rasa makanan. Di fase ini, mereka cenderung takut mencoba makanan baru (food neophobia) atau ingin kontrol atas lingkungannya, termasuk makanan.
Memaksa sering membuat mereka makin menolak. Bukan karena manja, tapi karena otak mereka sedang berkembang.
Riset menunjukkan DNA memengaruhi pola makan anak, terutama rasa dan preferensi makanan. Artinya, beberapa anak memang “bawaan lahir” lebih sensitif terhadap rasa tertentu.
Cara makanan diperkenalkan sejak bayi, seperti:
Bisa membentuk pola makan anak di masa kecil. Anak yang sering dipaksa makan jenis tertentu bisa jadi lebih menolak nanti.
Ilustrasi ibu yang marah saat anaknya tidak mau makan (Freepik)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Theguardian.com, PubMed