Ilustrasi Puisi Singkat tentang Pejuang Rupiah. (Foto: Freepik @benzoix)
INDOZONE.ID - Di balik angka-angka di dompet dan notifikasi gaji bulanan, ada jutaan cerita tentang perjuangan.
Pejuang rupiah bukan cuma mereka yang kerja kantoran dari pagi sampai sore, tapi juga pedagang kecil, ojek online, buruh, freelancer, hingga siapa pun yang tiap hari bangun dengan satu tujuan yaitu bertahan dan memberi makna.
Berikut, tujuh puisi singkat tentang pejuang rupiah yang dekat dengan realita, dan penuh rasa. Karena perjuangan juga layak dirayakan, meski lewat puisi singkat.
Baca juga: 7 Puisi Singkat tentang Akhir Pekan yang Relate Sama Hidup Kita
Ilustrasi Puisi Singkat tentang Pejuang Rupiah. (Foto: Freepik @benzoix)
Alarm berbunyi sebelum mata siap
kopi dingin jadi saksi niat yang bulat
langkah kaki berangkat tanpa sorak
tapi doa selalu ikut di saku jaket
Di bawah helm dan terik matahari
keringat jatuh tanpa sempat diseka
rupiah dicari bukan untuk gaya
tapi agar rumah tetap menyala
Layar menyala, deadline menunggu
ide kadang datang, kadang berlalu
lelah disimpan, senyum dipakai
demi transfer yang dinanti akhir bulan nanti
Baca juga: 7 Puisi Singkat tentang Hujan Januari yang Tenang, Sendu, dan Penuh Rasa
Ilustrasi Puisi Singkat tentang Pejuang Rupiah. (Foto: Freepik @benzoix)
Retak di kulit tak sekeras nasib
palu dan cangkul jadi teman setia
tak banyak keluh, tak banyak tanya
yang penting dapur tetap berasap
Bukan soal tebal atau tipis
yang penting cukup dan halal
tiap lembar punya cerita
tentang sabar yang tak pernah viral
Hari ini mungkin belum sampai
tapi langkah tak pernah berhenti
pelan asal konsisten
karena mimpi tak kenal kata menyerah
Tak semua target tercapai
tak semua rencana berjalan rapi
tapi hari ini sudah dilewati
dan itu layak disyukuri
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ide Penulis