Ilustrasi pasangan red flag. (Freepik)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih Kamu ngerasa “Eh, ini hubungan udah keliatan red flag banget…” tapi entah kenapa tetap bertahan?
Kamu sadar itu tanda bahaya, misalnya pasangan gampang marah, suka ngontrol, atau manipulatif, tapi tetap stay, mikir “Bisa berubah kok…” atau “Mungkin aku yang kebanyakan pikiran…”.
Santai, Kamu nggak sendirian. Banyak orang juga ngalamin hal yang sama, sadar ada red flag tapi tetap lanjut cinta.
Di artikel ini, kita bakal bahas apa itu red flag, kenapa orang sering bertahan meski sadar bahayanya, dan cara psikologis supaya Kamu bisa lebih peka dan dewasa dalam menyikapi situasi ini.
Baca juga: Kisah Nabi Yusuf: Dijual Murah, Takdir Berubah, dan Menjadi Penguasa Mesir
Istilah red flag awalnya dari bendera merah sebagai tanda berhenti atau bahaya.
Dalam hubungan, red flag berarti tanda peringatan bahwa sesuatu nggak sehat atau berpotensi merusak, bisa itu perilaku pasangan atau pola interaksi yang berulang dan berbahaya.
Contoh red flag dalam hubungan bisa berupa:
Baca juga: Apa yang Sebenarnya Membuat Seseorang Tertarik Padamu?
Red flag bukan hal kecil yang bisa kita abaikan, itu sinyal bahwa hubungan mungkin tidak cocok atau bahkan toxic.
Kalau Kamu nanya “Kenapa aku tetap di sini walau tahu itu tanda bahaya?”, jawabannya sering gak sesederhana yang Kamu kira.
Ada beberapa faktor psikologis yang bikin orang tetap stay dalam hubungan bahkan ketika tanda bahaya itu jelas banget:
Baca juga: Banyak yang Salah, Ini yang Perlu Dipertimbangkan saat Beli Kompor Tanam
Salah satu konsep psikologi yang paling sering dipakai untuk ngejelasin ini adalah traumatic bonding.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber