Ilustrasi orang marah. (Freepik)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih lo tiba-tiba meledak cuma gara-gara hal sepele?
Mungkin karena pengemudi pelan, email pasif-agresif, atau baterai hape tinggal 4 persen. Tenang, lo manusia normal.
Tapi studi baru nemuin satu kemungkinan lain: tingkat kebugaran jantung bisa ngaruh besar ke seberapa parah stres memicu rasa cemas dan marah.
Peneliti dari Universitas Federal Goiás, Brasil, ngajak 40 orang dewasa sehat umur 18-40 tahun ke lab buat dua sesi.
Di sesi pertama, mereka lihat gambar netral. Di sesi kedua, mereka lihat gambar nggak menyenangkan selama 30 menit—termasuk kekerasan dan kecelakaan.
Baca juga: 7 Puisi Singkat tentang Valentine yang Manis, Romantis, dan Bikin Hati Hangat
Sebelum dan sesudah tiap sesi, tingkat kecemasan dan kemarahan diukur pakai skala psikologi standar.
Peneliti juga memperkirakan kebugaran jantung-paru (VO-max) dari kebiasaan olahraga, usia, jenis kelamin, dan ukuran tubuh.
Lalu mereka bagi peserta jadi dua grup: kebugaran di atas rata-rata dan di bawah rata-rata.
Nah, angka yang bikin melongo: saat lihat gambar nggak menyenangkan, grup dengan kebugaran rendah punya kemungkinan 8,7 kali lebih besar buat loncat dari tingkat cemas sedang ke tinggi, dibanding grup bugar.
Kalau dipersentasein, itu literally 775 persen lebih tinggi. Angka absurd, tapi pesannya jelas: makin rendah kebugaran, makin drastis lonjakan cemas saat stres emosional.
Baca juga: Gak Perlu Overhaul Hidup, 3 Tindakan Kecil Ini Bisa Bikin Hidup Lebih Bermakna
Efek serupa juga keliatan buat kemarahan. Partisipan dengan kebugaran rendah punya lonjakan state anger (marah situasional) lebih besar setelah lihat gambar negatif.
Mereka juga ngukur "anger-out"—kecenderungan meledak ke luar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Vice.com