Ilustrasi Mandi Wajib dan Mandi Taubat. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Dalam ajaran Islam, bersuci bukan sekadar urusan fisik, tapi juga bagian penting dari kesiapan beribadah.
Dua istilah yang sering muncul adalah mandi wajib dan mandi taubat. Keduanya sama-sama mandi, tapi tujuan dan hukumnya tentu saja berbeda.
Supaya nggak keliru, ini penjelasan lengkapnya.
Mandi wajib atau mandi janabah dilakukan untuk menghilangkan hadats besar. Seseorang disebut dalam keadaan junub ketika mengalami dua hal, yaitu keluarnya mani dan setelah hubungan suami istri, meskipun tidak keluar mani.
Baca juga: 5 Keutamaan Salat Tahajud yang Belum Banyak Diketahui Gen Z, Apa Saja?
Kenapa ini penting? Karena orang yang masih dalam keadaan junub tidak diperbolehkan melaksanakan salat, thawaf di Ka’bah, berdiam diri di masjid, membaca Al-Qur’an, atau menyentuh mushaf.
Dalam praktiknya, ada dua hal utama yang wajib dilakukan:
1. Niat
Niat dilakukan dalam hati saat pertama kali air disiramkan ke tubuh. Dalam mazhab Syafi’i, niat harus bersamaan dengan siraman pertama.
Lafal niat:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
“Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta’ala.”
2. Mengguyur Seluruh Tubuh
Air harus mengalir ke seluruh bagian luar tubuh, termasuk rambut dan bulu hingga ke pangkalnya, idak boleh ada bagian yang terlewat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nu Online