Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 25 FEBRUARI 2026 • 14:15 WIB

Pasangan Terasa Setengah Hati? Ini Cara Memperbaiki Hubungan Saat Kamu Lebih Berjuang Sendiri

Pasangan Terasa Setengah Hati? Ini Cara Memperbaiki Hubungan Saat Kamu Lebih Berjuang SendiriIlustrasi pasangan ragu (Freepik)

INDOZONE.ID - Tidak sedikit orang yang pernah berada di posisi mencintai lebih dalam dibanding pasangannya sendiri. Hubungan pun terasa timpang: satu pihak berjuang, sementara yang lain terlihat setengah hati. Kondisi ini sering memicu rasa cemas, overthinking, hingga ketidakpastian masa depan. Tapi sebelum buru-buru menyerah atau terus bertahan dalam hubungan yang melelahkan, ada baiknya memahami apa yang sebenarnya terjadi dan apakah masih ada ruang untuk diperbaiki.

Komitmen Tak Seimbang: Fenomena yang Lebih Umum dari yang Dikira

Penelitian yang dilakukan oleh Scott M. Stanley dan timnya menyoroti fenomena asymmetrical commitment, yaitu kondisi ketika satu pasangan jauh lebih berkomitmen dibanding yang lain. Studi ini menemukan bahwa pasangan yang tinggal bersama tanpa menikah atau memiliki anak bersama justru lebih rentan berada dalam hubungan dengan komitmen yang tidak seimbang.

Menariknya, kondisi ini sering membuat hubungan tetap bertahan bukan karena bahagia, melainkan karena sudah terlanjur terikat secara praktis. Namun, di balik itu, hubungan seperti ini cenderung diwarnai konflik lebih sering, penyesuaian yang buruk, bahkan potensi agresi emosional. Ironisnya, baik pihak yang kurang berkomitmen maupun yang terlalu berkomitmen sama-sama merasakan dampak negatifnya.

Soal gender, penelitian ini juga menemukan bahwa keputusan putus lebih sering dipengaruhi oleh tingkat komitmen perempuan, bukan semata-mata karena ketimpangan itu sendiri.

Baca juga: Bosan Bertengkar Terus, Pasangan Ini Coba Perbaiki Hubungan Dengan Borgol Tangan Bersama

Apakah Perbedaan Komitmen Selalu Berujung Putus?

Riset yang lebih baru dari Kiersten Dobson dan rekan-rekannya memberikan sudut pandang berbeda. Mereka menemukan bahwa perbedaan komitmen antar pasangan tidak selalu menjadi penentu utama kepuasan atau berakhirnya hubungan.

Faktor yang paling konsisten memengaruhi kualitas hubungan justru adalah tingkat komitmen pribadi seseorang dan seberapa sering komitmen itu mengalami penurunan dari waktu ke waktu. Dalam banyak kasus, hubungan memburuk bukan karena pasangan kurang berkomitmen, tetapi karena seseorang sendiri mulai kehilangan keyakinan dan harapan terhadap hubungan tersebut.

Saatnya Keluar dari Rutinitas yang Membosankan

Pasangan Terasa Setengah Hati? Ini Cara Memperbaiki Hubungan Saat Kamu Lebih Berjuang Sendiriilustrasi Pasangan (Freepik)

Sering kali, pasangan yang tampak “kurang serius” sebenarnya hanya merasa hubungan berjalan di tempat. Membicarakan keinginan untuk mencoba hal baru tanpa menyudutkan bisa menjadi langkah awal yang sehat. Menciptakan pengalaman baru bersama, sekecil apa pun, dapat membangun kembali rasa kebersamaan.

Kuncinya ada pada komunikasi yang tulus. Mendengarkan pasangan dengan empati dan tanpa menghakimi bisa membuka ruang perubahan. Bahkan, obrolan jujur tentang perasaan dan harapan masing-masing dapat mengingatkan kembali alasan mengapa hubungan ini dimulai.

Baca juga: Cinta Hampir Kandas? Ikuti Langkah Ampuh untuk Memperbaiki Hubungan yang Rusak

Menghargai Kebebasan, Menjaga Keseimbangan

Sebagian orang memang tidak nyaman dengan komitmen yang terasa mengikat. Mereka menghargai kebebasan dan kemandirian. Memahami hal ini membantu menemukan titik temu, misalnya dengan memilih aktivitas bersama yang tidak terasa mengekang, tapi tetap memperkuat koneksi.

Namun, jika setelah berbagai upaya ketimpangan tetap terasa dan melelahkan, mencari bantuan profesional seperti konseling pasangan bisa menjadi opsi terakhir yang sehat. Dan bila akhirnya harus berpisah, keputusan itu setidaknya diambil dengan kesadaran bahwa semua kemungkinan sudah dicoba.

Intinya, mencintai lebih dulu atau lebih dalam bukanlah kesalahan. Tapi hubungan yang sehat membutuhkan usaha dua arah. Ketika keseimbangan tak kunjung tercapai, memilih pergi dengan kepala tegak sering kali lebih baik daripada bertahan sambil kehilangan diri sendiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Psychologytoday.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pasangan Terasa Setengah Hati? Ini Cara Memperbaiki Hubungan Saat Kamu Lebih Berjuang Sendiri

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!