INDOZONE.ID - Setiap hari tanpa sadar kita menghasilkan sampah dari kegiatan sederhana seperti memasak atau membersihkan rumah.
Sisa sayur, kulit buah, dan daun kering, biasanya langsung masuk ke tempat sampah begitu saja. Padahal, semua itu termasuk sampah organik yang sebenarnya masih bisa dimanfaatkan.
Nah, bagi kamu yang bingung bagaimana cara memanfaatkannya, berikut beberapa cara mengolahnya.
Sampah organik adalah limbah yang berasal dari sisa makhluk hidup, baik tumbuhan maupun hewan, yang dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme.
Nah, karena sifatnya mudah membusuk, sampah jenis ini biasanya tidak bertahan lama di lingkungan jika tidak tercampur bahan lain.
Proses penguraiannya pun melibatkan bakteri dan jamur yang mengubahnya menjadi unsur hara bagi tanah.
Inilah sebabnya sampah organik sebenarnya punya potensi besar untuk dimanfaatkan kembali.
Di lingkungan rumah, contoh sampah organik sangat mudah ditemukan. Misalnya, sisa nasi, sayur, kulit buah, ampas kopi, hingga tulang ikan termasuk kategori ini.
Selain dari dapur, daun kering, potongan rumput, dan ranting kecil di halaman juga tergolong sampah organik.
Jika dikumpulkan dan dipisahkan dengan benar, semua bahan tersebut bisa diolah menjadi sesuatu yang lebih berguna.
Perbedaan sampah organik dan anorganik sebenarnya cukup mudah dipahami.
Sampah organik berasal dari sisa makhluk hidup seperti tumbuhan dan hewan, dan umumnya bisa terurai secara alami ketika dibiarkan di lingkungan.
Karena sifatnya mudah membusuk, sampah jenis ini akan hancur dengan bantuan mikroorganisme dalam waktu tertentu.
Baca juga: Daripada Dibakar dan Picu Penyakit, Sampah Plastik Sebaiknya Diapakan?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Waste4change