Ilustrasi. Kapan menggunakan was dan were? (Freepik)
INDOZONE.ID - Pernahkah Anda merasa ragu saat harus bercerita tentang masa lalu dalam bahasa Inggris, sekadar karena bingung memilih antara was atau were? Tata bahasa (grammar) sering kali dianggap sebagai momok yang menakutkan bagi para pembelajar bahasa. Padahal, menguasai grammar ibarat memiliki peta kompas, ia menuntun Anda untuk merangkai kata demi kata menjadi kalimat yang bermakna dan terstruktur.
Dalam bahasa Inggris, menceritakan kejadian di masa lampau (past tense) adalah salah satu keterampilan komunikasi yang paling krusial. Di sinilah letak pentingnya memahami penggunaan was dan were secara presisi. Keduanya adalah bentuk lampau dari to be, yang berfungsi sebagai fondasi utama dalam berbagai struktur kalimat, mulai dari simple past tense, past continuous, hingga passive voice. Artikel komprehensif ini akan mengupas tuntas perbedaan, aturan pakai, hingga menyajikan contoh soal latihan agar Anda dapat menguasai materi ini dengan sempurna.
Pada dasarnya, was dan were memiliki arti serta fungsi predikatif yang sama, yakni menghubungkan subjek dengan keterangan (waktu, suasana, tempat, identitas, dan lain sebagainya). Kendati demikian, ada satu aturan mutlak yang menjadi pembeda utama sebelum Anda memilih di antara keduanya, yakni bergantung pada Subjek kalimat tersebut.
Menurut Betty Schrampfer Azar, seorang ahli tata bahasa dan penulis buku legendaris Understanding and Using English Grammar, "The verb 'be' must agree with its subject in number and person." Artinya, to be harus selalu selaras dengan jumlah dan sudut pandang subjeknya.
Was merupakan bentuk lampau dari is dan am. Was digunakan untuk subjek tunggal atau orang ketiga tunggal, yaitu: I, He, She, It, serta kata benda tunggal (seperti the cat, Andi, my mother).
Were merupakan bentuk lampau dari are. Were diaplikasikan pada kalimat yang mempunyai subjek jamak atau majemuk, yaitu: You, They, We, serta kata benda jamak (seperti the students, cats, Andi and Budi).
Untuk mempermudah hafalan Anda, mari perhatikan tabel pasangan subjek dan to be berikut ini:
| Subjek (Pronoun) | To Be (Present/Masa Kini) | To Be (Past/Masa Lampau) | Keterangan Jumlah |
| I | Am | Was | Tunggal (Satu) |
| He / She / It | Is | Was | Tunggal (Satu) |
| You | Are | Were | Tunggal / Jamak |
| We / They | Are | Were | Jamak (Lebih dari satu) |
Catatan Penting: Subjek "You" (Kamu/Kalian) memang bisa merujuk pada satu orang maupun banyak orang. Namun, dalam aturan baku bahasa Inggris, subjek You selalu dipasangkan dengan Were, apa pun konteks jumlahnya.
Contoh Kalimat:
Kalimat-kalimat yang tidak menyertakan kata kerja aksi (action verb) di dalamnya disebut dengan kalimat non-verbal atau kalimat nominal. Dalam bahasa Inggris, setiap kalimat wajib memiliki predikat. Jika tidak ada kata kerja, maka to be (dalam hal ini was dan were) hadir untuk menggantikan posisi predikat tersebut.
Was dan were akan menghubungkan subjek dengan ANA, yaitu singkatan dari Adjective (Kata Sifat), Noun (Kata Benda), atau Adverb (Kata Keterangan).
Contoh Kalimat Nominal:
Hal yang Perlu Diingat:
Banyak pembelajar bahasa Inggris yang masih sering mencampuradukkan penggunaan Was/Were dengan Did. Ingatlah aturan emas ini:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Cambridge University Press, Oxford University Press