Ilustrasi membaca buku. (Freepik)
INDOZONE.ID - Dalam pembelajaran bahasa, baik Bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, terdapat berbagai jenis teks yang digunakan untuk menyampaikan cerita atau informasi. Salah satu jenis teks yang cukup sering dipelajari adalah teks rekon atau recount text.
Teks ini berfungsi untuk menceritakan kembali suatu pengalaman, kejadian, atau peristiwa yang telah terjadi di masa lalu.
Dalam artikel ini akan membahas mengenai pengertian teks rekon, struktur penulisan, tujuan komunikatif, ciri kebahasaan, serta jenis-jenis teks rekon.
Baca juga: Antonim dalam Bahasa Indonesia: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkap
Ilustrasi guru yang mengajar di kelas. (freepik)
Teks rekon atau recount text merupakan jenis teks yang digunakan untuk menceritakan kembali peristiwa atau pengalaman yang telah terjadi di masa lampau.
Cerita dalam teks ini disusun secara kronologis atau berdasarkan urutan waktu sehingga pembaca dapat mengikuti jalannya peristiwa dengan mudah.
Istilah recount berasal dari bahasa Inggris yang berarti “menceritakan kembali”. Dalam praktiknya, teks rekon dapat berupa pengalaman pribadi, laporan kejadian nyata, maupun cerita yang bersifat imajinatif.
Dalam konteks pembelajaran, teks rekon membantu siswa melatih kemampuan menulis narasi secara runtut dan sistematis. Dengan menyusun cerita berdasarkan kronologi waktu, penulis juga belajar menyampaikan informasi secara jelas dan terstruktur.
Baca juga: Sawung Kampret, Komik Legendaris Indonesia yang Hadir dalam Bahasa Belanda
Setiap jenis teks memiliki tujuan komunikasi yang berbeda. Secara umum, tujuan utama teks rekon adalah memberikan gambaran tentang suatu peristiwa yang telah terjadi.
Berikut beberapa tujuan komunikatif teks rekon:
1. Menceritakan Kembali Pengalaman
Teks rekon digunakan untuk menyampaikan pengalaman yang pernah dialami oleh seseorang. Cerita tersebut bisa berupa perjalanan, kegiatan sekolah, atau pengalaman menarik lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan Penulis