Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penerapan Experiential Learning dalam Pembelajaran (Freepik)
INDOZONE.ID - Belajar itu nggak cuma duduk diam di kelas dan mendengarkan guru menjelaskan teori. Sekarang, banyak sekolah mulai menerapkan experiential learning, yaitu metode pembelajaran berbasis pengalaman.
Dengan cara ini, siswa belajar langsung dari praktik, eksperimen, atau situasi nyata, sehingga ilmu yang didapat lebih mudah diingat dan dipahami.
Tapi, penerapan experiential learning nggak bisa sembarangan. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan supaya proses belajar tetap efektif dan menyenangkan.
Tanpa perencanaan yang tepat, kegiatan ini bisa jadi kurang maksimal dan tujuan pembelajaran nggak tercapai.
Berikut adalah hal-hal penting yang perlu diperhatikan agar penerapan experiential learning dalam pembelajaran berjalan efektif:
Hal pertama yang paling penting adalah, memastikan kegiatan praktik yang dilakukan nyambung dengan materi pelajaran.
Jangan sampai, siswa hanya asyik bermain atau berkegiatan saja, tapi mereka tidak paham apa ilmu yang sebenarnya sedang dipelajari saat itu.
Guru perlu merancang tantangan yang pas, tidak terlalu mudah tapi juga tidak terlalu sulit bagi siswa. Jika kegiatannya relevan, siswa akan lebih mudah membayangkan bagaimana teori yang ada di buku diterapkan dalam kehidupan nyata mereka.
Baca juga: 5 Trik Belajar yang Bikin Fokus Maksimal dan Semakin Produktif
Experiential learning butuh persiapan lebih dibanding metode konvensional. Guru perlu menyiapkan materi, alat, lingkungan, dan instruksi yang tepat agar siswa bisa belajar dengan nyaman dan aman.
Persiapan yang matang juga termasuk menyiapkan skenario kegiatan, kemungkinan kendala, dan cara mengevaluasi hasil belajar. Ini penting supaya pengalaman belajar benar-benar meaningful.
Inti dari belajar lewat pengalaman sebenarnya bukan pada saat praktiknya, melainkan saat sesi diskusi setelah kegiatan selesai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Askfilo.com