Ilustrasi April Mop. (the fire)
INDOZONE.ID - Setiap tanggal 1 April, jagat maya dan dunia nyata kompak berubah jadi “arena prank.”
Dari yang receh sampai yang super niat, semuanya sah-sah saja — selama masih dalam batas wajar.
Tapi di balik tradisi jahil yang terasa ringan ini, ternyata ada sejarah panjang yang masih jadi perdebatan para ahli.
Menariknya, sampai hari ini belum ada satupun teori yang benar-benar bisa memastikan dari mana April Mop berasal.
Baca juga: 7 Inspirasi Model Baju Bridesmaid Simpel dan Elegan untuk Pernikahan
Justru, semakin ditelusuri, semakin banyak versi cerita yang bermunculan.
Banyak sejarawan sepakat bahwa April Mop kemungkinan besar berakar dari tradisi lama yang berkaitan dengan datangnya musim semi.
Di berbagai budaya, periode ini identik dengan perayaan, kebebasan, dan suasana yang lebih santai setelah musim dingin.
Di masa-masa ini, orang-orang cenderung lebih terbuka untuk bercanda, bermain, bahkan melakukan tipu-tipu ringan sebagai hiburan.
Baca juga: Ruang Lingkup Hadirkan Ruang Aman dan Kreatif bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Banda Aceh
Jadi, meski istilah “April Mop” mungkin baru muncul belakangan, konsep dasarnya sudah ada sejak lama.
Beberapa catatan bahkan menunjukkan tradisi ini sudah eksis sejak setidaknya abad ke-16 — bahkan mungkin lebih tua lagi.
Meski asal-usulnya masih misterius, ada tiga teori utama yang paling sering dibahas oleh para peneliti.
Salah satu teori paling awal datang dari Inggris, tepatnya dari karya penyair abad ke-14. Dalam salah satu ceritanya, digambarkan seekor ayam jantan dan rubah yang saling menipu — sebuah gambaran klasik tentang prank.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nationalgeographic.com