Ornitokori Adalah: Proses Penyebaran Biji oleh Burung dalam Tumbuhan (Pexels/Magda Ehlers)
INDOZONE.ID - Tumbuhan tidak bisa berpindah tempat seperti hewan. Tapi, mereka tetap punya cara untuk berkembang biak dan menyebarkan bijinya.
Proses ini sangat penting agar tumbuhan bisa tumbuh di tempat baru.
Penyebaran biji tidak selalu terjadi dengan sendirinya, tetapi sering dibantu oleh angin, air, hewan, bahkan manusia. Setiap cara memiliki peran penting dalam membantu tumbuhan berkembang biak di berbagai lingkungan.
Salah satu cara penyebaran biji yang menarik adalah melalui bantuan hewan, terutama burung. Proses ini dikenal dengan istilah ornitokori, yaitu ketika burung membantu membawa biji dari satu tempat ke tempat lain tanpa disadari.
Ornitokori berasal dari bahasa Yunani, ornithos yang berarti burung dan chory yang berarti penyebaran. Secara sederhana, ornitokori adalah proses penyebaran biji tumbuhan yang dibantu oleh burung.
Burung biasanya memakan buah dari tumbuhan. Namun, biji di dalam buah tersebut tidak ikut hancur saat dimakan.
Biji itu kemudian akan keluar kembali melalui kotoran burung, atau jatuh di tempat lain. Lalu, biji tersebut akan tumbuh menjadi tanaman baru, jika kondisi tanahnya cocok.
Beberapa contoh tumbuhan yang bijinya disebarkan oleh burung antara lain pohon beringin, pohon jambu, pohon ceri, pohon pisang liar, pohon pepaya liar, pohon ara (ficus), dan berbagai jenis tanaman berry.
Baca juga: Komponen Biotik: Pengertian, Unsur, Peran, dan Contohnya dalam Ekosistem
Tidak semua tumbuhan bisa menarik perhatian burung. Tumbuhan yang mengandalkan burung, biasanya memiliki karakteristik fisik tertentu, di antaranya:
Burung memiliki penglihatan warna yang sangat tajam. Oleh karena itu, buah ornitokori biasanya berwarna merah cerah, kuning, oranye, atau biru tua untuk menarik perhatian dari kejauhan.
Buahnya sering terasa manis, lembut, atau tidak beracun bagi burung. Tujuannya agar burung mau memakan buah tersebut, sehingga bijinya ikut terbawa ke tempat lain.
Tumbuhan ornitokori umumnya aman dimakan oleh burung. Kalau beracun, burung tidak akan mau memakannya dan penyebaran biji tidak akan terjadi.
Biji pada buah biasanya memiliki kulit yang keras sehingga tidak hancur saat dimakan burung. Biji ini tetap utuh setelah keluar bersama kotoran burung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pijarbelajar.id