Momentum perayaan Hari Kartini 2026. (Istimewa)
INDOZONE.ID - Momentum Hari Kartini 2026 menjadi titik balik untuk mempertegas kembali peran kepemimpinan dan kemandirian perempuan di era modern.
Semangat emansipasi kini diwujudkan melalui ruang-ruang diskusi yang menempatkan perempuan sebagai subjek utama dalam menghadapi dinamika sosial serta profesional yang kian kompleks.
Mengusung tema Women in Focus, in conjunction with Kartini Day 2026, acara yang digelar di Jakarta ini menghadirkan ruang dialog lintas sektor untuk membahas kepemimpinan, pemberdayaan, serta ekspresi diri perempuan masa kini.
Baca juga: Strong Women with Strong Support System, Rayakan Hari Kartini untuk Ibu Indonesia
Diskusi dirancang tidak hanya sebagai ajang berbagi pengalaman, tetapi juga sebagai upaya membaca ulang tantangan yang dihadapi perempuan, mulai dari akses pendidikan, hambatan struktural di dunia kerja, hingga tuntutan menyeimbangkan kehidupan personal dan profesional.
Direktur Social Quotient, Manbir Chyle, menilai pentingnya ruang percakapan yang jujur dan inklusif dalam mendorong perubahan.
"Kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya merayakan capaian perempuan, tetapi juga mengakui kompleksitas tantangan yang mereka hadapi. Dari sana, dialog dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih konkret," ujarnya di Jakarta.
Acara ini turut melibatkan sejumlah narasumber dari latar belakang berbeda. Nurul Izzah Anwar, politisi Malaysia, akan berbagi perspektif tentang peran pendidikan dan pengalaman personal dalam membentuk pandangan terhadap isu perempuan.
Sementara itu, Gita Sjharir, akan menyoroti perkembangan peran perempuan di industri yang selama ini cenderung maskulin.
Rangkaian acara terdiri dari diskusi panel interaktif dan sesi tanya jawab, yang kemudian diikuti dengan jamuan makan malam serta peragaan busana lokal.
Fokus utama dari kegiatan ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan juga sebuah upaya filantropi.
Baca juga: Hari Kartini 2026 Jadi Momentum Dorong Gerakan Nasional Kesehatan Perempuan Indonesia
Hasil dari penjualan koleksi busana yang dipamerkan nantinya akan dialokasikan sepenuhnya untuk menyokong program-program pembangunan sosial.
Melalui sinergi pemikiran dan aksi nyata ini, peringatan Hari Kartini 2026 tidak berhenti pada seremonial belaka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Siaran Pers