Ilustrasi baking soda untuk kulit berjerawat (Freepik)
INDOZONE.ID - Bangun tidur, ngaca sebentar, lalu tiba-tiba muncul “tamu tak diundang” di wajah: jerawat merah yang nyolot banget di tengah dahi atau dekat hidung. Rasanya ingin langsung dipencet saat itu juga, kan?
Banyak orang berpikir memencet jerawat adalah jalan pintas paling cepat supaya benjolan itu hilang. Logikanya sederhana: dipencet sekarang, rata dalam hitungan detik.
Sayangnya, kulit nggak bekerja sesimpel itu.
Memencet jerawat sembarangan ibarat mencoba memadamkan api kecil pakai bensin, bukan padam malah selesai. Hasilnya justru bisa bikin masalah makin besar, jerawat bisa makin meradang, meninggalkan bekas hitam, bahkan berujung infeksi yang bikin wajah lebih “berantakan” dari sebelumnya.
Dokter kulit pun berkali-kali mengingatkan bahwa memencet jerawat seharusnya jadi pilihan terakhir, bukan kebiasaan rutin setiap kali muncul satu benjolan kecil di wajah.
Saat kamu memencet jerawat dengan tangan yang belum tentu bersih, bakteri dari jari bisa berpindah ke area kulit yang sedang meradang. Belum lagi, tekanan berlebihan bisa mendorong isi jerawat masuk lebih dalam ke pori-pori.
Akibatnya? Kulit kamu justru bisa mengalami peradangan yang semakin parah, bekas jerawat lebih susah hilang, kulit bisa luka, risiko infeksi meningkat, dan jerawat baru bisa muncul di area sekitar.
Yang lebih bahaya, nggak semua jerawat aman dipencet!
Jerawat batu, jerawat yang masih berada di bawah permukaan kulit, atau jerawat yang terasa sakit saat disentuh sebaiknya jangan diutak-atik sama sekali. Kalau dipaksa, kamu cuma sedang “mengundang masalah” baru ke wajah sendiri.
Kalau jerawat muncul menjelang acara penting dan bikin panik, tahan dulu keinginan memencetnya.
Pilihan paling aman adalah pergi ke dokter kulit untuk melakukan ekstraksi jerawat. Prosedur ini dilakukan menggunakan alat steril sehingga risiko luka dan infeksi jauh lebih kecil.
Kalau belum sempat ke dokter, kamu juga bisa mencoba cara yang lebih ramah untuk kulit:
Kadang jerawat cuma butuh waktu untuk “menyelesaikan dramanya sendiri.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline