Dokter melakukan penelitian medis di laboratorium. (microbenotes.com)
INDOZONE.ID - Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa sebuah pohon beringin raksasa dapat berdiri kokoh melawan kencangnya angin, sementara seekor citah dapat berlari dengan fleksibilitas dan kecepatan yang luar biasa?
Jawaban dari pertanyaan mendasar ini ternyata tidak terletak pada ukuran tubuh mereka, melainkan tersembunyi jauh di dalam unit kehidupan yang paling kecil, yaitu sel. Meskipun hewan dan tumbuhan sama-sama tergolong sebagai makhluk hidup multiseluler, jalur evolusi telah membentuk arsitektur mikroskopis mereka dengan cara yang sangat berbeda.
Bagi Anda yang sedang mendalami ilmu biologi dasar, memahami perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan adalah kunci utama untuk mengenali bagaimana alam semesta merancang kehidupan.
Artikel ini akan mengupas pengertian, ciri-ciri, ragam fungsi organel, hingga alasan biologis mengapa struktur sel kedua kelompok makhluk hidup ini diciptakan berbeda.
Baca juga: Mengenal Autofagi, Mekanisme Tubuh Membuang Sel Rusak saat Puasa
Secara historis, penemuan sel bermula pada tahun 1665 ketika ilmuwan Inggris, Robert Hooke, mengamati sayatan gabus di bawah mikroskop sederhana dan menemukan ruang-ruang kecil yang ia sebut cellula. Beberapa abad kemudian, ilmuwan Matthias Schleiden (ahli botani) dan Theodor Schwann (ahli zoologi) merumuskan Teori Sel yang menyatakan bahwa semua makhluk hidup tersusun atas sel.
Baik hewan maupun tumbuhan tergolong ke dalam organisme eukariotik. Artinya, sel-sel penyusun tubuh mereka telah memiliki inti sel (nukleus) sejati yang dibungkus oleh membran inti, serta memiliki berbagai organel dengan fungsi spesifik.
Sel hewan adalah unit struktural dan fungsional dasar yang menyusun jaringan pada tubuh hewan dan manusia. Karakteristik paling menonjol dari sel ini adalah ketiadaan dinding sel yang keras. Hal ini memungkinkan sel hewan memiliki bentuk yang fleksibel dan dapat berubah-ubah, sebuah adaptasi krusial yang memungkinkan hewan untuk bergerak secara aktif.
Sebaliknya, sel tumbuhan adalah unit struktural penyusun jaringan tumbuhan. Sel tumbuhan didesain secara khusus untuk menjadi "pabrik" mandiri yang mampu memproduksi makanannya sendiri, sekaligus penyangga mekanik bagi tubuh tumbuhan. Karena tumbuhan tidak memiliki kerangka tulang seperti hewan, sel-selnya dilengkapi dengan dinding penyokong yang sangat kuat dan kaku.
Dalam buku Biology karya Neil A. Campbell dan Jane B. Reece, disebutkan bahwa, "Meskipun sel hewan dan sel tumbuhan memiliki banyak kesamaan dasar sebagai sel eukariotik, perbedaan struktural di antara keduanya adalah cerminan langsung dari perbedaan strategi bertahan hidup: pergerakan pada hewan dan autotrofi (pembuatan makanan sendiri) pada tumbuhan."
Apa saja perbedaan utama yang mendasari sel tumbuhan dan sel hewan? Jawaban atas pertanyaan ini bermuara pada cara kedua organisme tersebut bertahan hidup dan berinteraksi dengan lingkungannya.
Secara naratif, perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan sangat dipengaruhi oleh mobilitas dan sumber nutrisi. Hewan bersifat heterotrof, artinya mereka harus bergerak secara aktif untuk mencari makan, memburu mangsa, atau menghindari predator. Oleh karena itu, sel hewan berevolusi tanpa dinding sel agar tubuh mereka elastis, lentur, dan mampu membentuk jaringan otot serta saraf yang dinamis.
Di sisi lain, tumbuhan bersifat autotrof dan stasioner (menetap di satu tempat). Karena tidak bisa lari dari predator atau berpindah tempat untuk mencari makan, tumbuhan harus memiliki mekanisme pertahanan fisik yang kuat dan kemampuan memanen energi matahari secara langsung. Adaptasi inilah yang mendasari mengapa sel tumbuhan memiliki dinding sel yang kaku untuk menopang tubuhnya menjulang tinggi ke arah cahaya matahari, serta kloroplas untuk fotosintesis.
Untuk memahami lebih rinci mengenai apa saja 7 perbedaan antara tumbuhan dan hewan di tingkat seluler, kita dapat melihat dari ada atau tidaknya organel tertentu serta ukuran struktur penyusunnya. Berikut adalah rinciannya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Microbenotes