Ilustrasi sel darah putih. (freepik)
INDOZONE.ID - Kelebihan sel darah putih atau leukosit, sering kali terdeteksi saat seseorang menjalani pemeriksaan darah rutin.
Kondisi ini bisa menjadi sinyal bahwa tubuh sedang melawan infeksi, mengalami peradangan, atau merespons kondisi tertentu yang perlu diwaspadai.
Meski terlihat sepele, jumlah leukosit yang terlalu tinggi juga dapat berkaitan dengan gangguan kesehatan yang lebih serius.
Sayangnya, banyak orang belum memahami apa saja penyebab kelebihan sel darah putih dan bagaimana cara menanganinya dengan tepat. Nah, berikut informasi lengkapnya.
Kelebihan sel darah putih dapat terjadi karena berbagai kondisi yang memicu tubuh memproduksi sel imun secara berlebihan.
Penyebab yang paling umumnya adalah infeksi, yaitu baik oleh karena bakteri, virus, jamur, maupun parasit yang datang ke dalam tubuh.
Ketika bakteri itu menghampiri tubuh otomatis tubuh berusaha keras melawan ancaman tersebut dengan cara mengeluarkan sel darah putih secara berlebihan.
Baca juga: 8 Buah yang Dapat Membantu Menurunkan Sel Darah Putih
Selain itu, peradangan kronis seperti rheumatoid arthritis atau penyakit radang usus, juga dapat membuat jumlah sel darah putih terus meningkat.
Reaksi alergi yang berat serta stres fisik atau emosional yang intens, turut berperan menjadi penyebab sel darah putih diproduksi berlebihan, karena dapat merangsang pelepasan sel darah putih ke dalam aliran darah.
Faktor lainnya adalah penggunaan obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid dan epinefrin yang dapat meningkatkan jumlah sel darah putih.
Dalam kondisi yang lebih serius, kanker darah seperti leukemia dan limfoma, serta gangguan pada sumsum tulang belakang, juga dapat menyebabkan produksi sel darah putih yang berlebihan dan tidak terkontrol.
Ada beberapa gejala yang umumnya muncul sebagai tanda penyakit ini, seperti:
Penanganan leukositosis dilakukan dengan menyesuaikan penyebab yang mendasarinya agar hasilnya lebih efektif, berikut penanganannya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Siloam Hospitals