Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 23 MEI 2026 • 18:05 WIB

Capek Jadi “Tempat Sampah Emosi” Orang Lain? Cara Biar Nggak Ketularan Negatif Bukan dengan Menutup Diri!

Capek Jadi “Tempat Sampah Emosi” Orang Lain? Cara Biar Nggak Ketularan Negatif Bukan dengan Menutup Diri!Iustrasi emosi negatif. (Freepik)

INDOZONE.ID - Ada orang yang habis nongkrong malah makin semangat. Tapi ada juga yang pulang dengan perasaan aneh, capek mental, bahkan overthinking tanpa tahu penyebab pastinya. 

Padahal, tadi cuma ketemu teman. Cuma ngobrol biasa. Cuma mendengarkan cerita orang lain. Anehnya, emosi mereka seperti ikut pindah ke diri kita.

Teman lagi stres kerja, kita ikut gelisah. Pasangan lagi bad mood, suasana hati ikut rusak. Bahkan membaca komentar negatif di media sosial saja kadang bisa bikin pikiran nggak tenang seharian.

Kalau sering mengalami hal seperti ini, kemungkinan kamu termasuk orang yang mudah menyerap energi dan emosi di sekitar. 

Baca juga: Hati-hati, Stres Berkepanjangan Bisa Merembet Jadi Masalah Pencernaan!

Banyak orang menganggap ini hal sepele. Padahal kalau dibiarkan terus-menerus, kondisi seperti ini bisa bikin mental cepat lelah, emosi tidak stabil, dan perlahan kehilangan diri sendiri.

Kenapa Ada Orang yang Gampang Menyerap Emosi Orang Lain?

Secara alami, manusia memang punya kemampuan untuk terhubung secara emosional dengan orang lain. Itu sebabnya kita bisa ikut sedih saat melihat orang menangis atau ikut tegang saat suasana di sekitar penuh konflik.

Namun pada beberapa orang, sensitivitas ini terasa jauh lebih kuat. Mereka cenderung lebih peka terhadap nada bicara, ekspresi wajah, perubahan suasana, bahkan energi emosional yang tidak diucapkan secara langsung.

Ibarat spons kering, semua emosi di sekitar mudah terserap begitu saja.

Baca juga: Kamu Sering Sakit Kepala? Mungkin Stres yang Jadi Penyebabnya!

Sayangnya, banyak orang sensitif justru tumbuh dengan pola pikir bahwa mereka harus selalu menjadi “penolong”, pendengar terbaik, atau tempat bersandar semua orang. 

Akibatnya, mereka terlalu sibuk memahami perasaan orang lain sampai lupa menjaga kondisi dirinya sendiri.

Banyak Orang Salah Paham Tentang Empati

Menjadi peduli bukan berarti harus ikut tenggelam. Ini kesalahan yang sering terjadi!

Ada yang merasa harus ikut sedih supaya dianggap perhatian. Ada juga yang merasa bersalah kalau tidak ikut memikirkan masalah orang lain sampai larut malam. Padahal empati yang sehat seharusnya punya batas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Psychologytoday.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Capek Jadi “Tempat Sampah Emosi” Orang Lain? Cara Biar Nggak Ketularan Negatif Bukan dengan Menutup Diri!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!