INDOZONE.ID - Mengambil gap year sering kali masih dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Tidak sedikit yang menganggap fase ini sebagai tanda seseorang belum memiliki arah hidup yang jelas.
Akibatnya, pertanyaan seperti “Kapan kuliah?”, “Kok masih di rumah?”, atau “Temanmu sudah kerja semua, lho” menjadi hal yang cukup sering terdengar.
Supaya tidak mudah terpancing emosi, ada beberapa cara elegan yang bisa dilakukan untuk menghadapi pertanyaan semacam itu. Berikut di antaranya.
Baca juga: 6 Alasan Belajar Bahasa Jerman: Investasi Karier, Edukasi, dan Pengalaman Global
Ilustrasi gap year untuk siswa. (freepik)
Kesalahan yang sering dilakukan saat ditanya soal gap year adalah, merasa harus menjelaskan semuanya secara detail.
Padahal, tidak semua orang benar-benar peduli dengan alasan yang kamu miliki. Ada yang hanya sekadar penasaran, bahkan ada juga yang ingin ikut mengomentari pilihan hidupmu.
Karena itu, cobalah memberikan jawaban singkat yang tetap sopan tanpa membuka terlalu banyak hal pribadi.
Misalnya, cukup mengatakan bahwa saat ini kamu sedang fokus mempersiapkan diri, atau menjalani kegiatan tertentu.
Jawaban sederhana biasanya lebih efektif menghentikan pertanyaan, dibanding penjelasan panjang yang malah membuka ruang penilaian baru.
Menjaga batas dalam percakapan bukan berarti tertutup. Justru itu menunjukkan, kamu tahu mana hal yang pantas dibagikan, dan mana yang cukup disimpan sendiri.
Baca juga: Reflective Journaling, Teknik Menulis Jurnal yang Efektif untuk Belajar dari Pengalaman Hidup
Komentar yang paling sering membuat tidak nyaman biasanya datang dalam bentuk perbandingan. Mulai dari membandingkan pencapaian teman seangkatan, hingga mempertanyakan kenapa kamu belum mengikuti langkah yang sama.
Situasi seperti ini sering membuat seseorang buru-buru membela diri agar tidak dianggap gagal. Padahal, semakin keras kamu mencoba membuktikan sesuatu, suasana justru bisa menjadi lebih canggung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Timesofindia.indiatimes.com