Perbedaan Nabi dan Rasul dalam Islam yang Perlu Kamu Ketahui (Unsplash/@ablossomingsoul)
INDOZONE.ID - Dalam ajaran Islam, istilah nabi dan rasul tentu sudah tidak asing lagi. Keduanya merupakan utusan Allah SWT yang dipilih untuk membimbing manusia menuju jalan yang benar dan menyampaikan ajaran-Nya kepada umat.
Meski sering disebut bersamaan, ternyata nabi dan rasul memiliki perbedaan yang cukup penting. Banyak orang masih menganggap keduanya sama, padahal ada perbedaan tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh Allah SWT.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan nabi dan rasul dalam Islam? Berikut penjelasannya.
Secara bahasa (etimologi), kata Nabi berasal dari bahasa Arab naba (نَبَأَ) yang berarti "berita" atau "kabar". Jadi, Nabi secara bahasa berarti "pembawa berita".
Nabi adalah seseorang laki-laki pilihan yang menerima wahyu dari Allah SWT sebagai petunjuk hidup. Wahyu tersebut digunakan untuk dirinya sendiri dan untuk membimbing orang-orang yang sudah beriman.
Secara bahasa (etimologi), kata Rasul berasal dari bahasa Arab arsala (أَرْسَلَ) yang berarti "mengutus". Dengan demikian, Rasul secara bahasa berarti "utusan" atau "delegasi".
Rasul adalah seorang laki-laki pilihan yang menerima wahyu dari Allah SWT berupa syariat, dan wajib hukumnya untuk menyampaikan serta mendakwahkan wahyu tersebut kepada umat manusia, khususnya kaum yang belum beriman.
Baca juga: Kisah Nabi Yusuf: Dijual Murah, Takdir Berubah, dan Menjadi Penguasa Mesir
Berikut adalah perbedaan antara Nabi dan Rasul berdasarkan beberapa indikator utama:
Perbedaan utama antara nabi dan rasul terletak pada tugas menyampaikan wahyu:
Nabi tidak membawa syariat baru. Tugasnya adalah melanjutkan, mengajarkan, dan mengamalkan ajaran yang telah dibawa oleh rasul sebelumnya.
Rasul diutus dengan membawa syariat atau aturan baru dari Allah SWT. Beberapa rasul juga menerima kitab suci sebagai pedoman bagi umatnya, seperti Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur'an.
Nabi biasanya diutus kepada kaum yang telah beriman untuk membimbing mereka agar tetap berada di jalan yang benar. Sementara itu, rasul diutus kepada kaum yang masih ingkar, kafir, atau belum beriman kepada Allah SWT.
Menurut beberapa riwayat hadis, jumlah nabi yang diutus Allah SWT sangat banyak, sekitar 124.000 orang. Sedangkan jumlah rasul lebih sedikit, sekitar 313 orang. Dari jumlah tersebut, umat Islam wajib mengimani 25 nabi dan rasul yang namanya disebutkan dalam Al-Qur'an.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Almanhaj.or.id