Kaidah Kebahasaan Teks Berita: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya (Pexels/Andrea Piacquadio)
INDOZONE.ID - Teks berita adalah jenis tulisan yang berisi informasi tentang peristiwa atau kejadian yang sedang terjadi. Berita disusun secara jelas, objektif, dan mudah dipahami agar informasi dapat diterima dengan baik oleh pembaca.
Agar informasi yang disampaikan akurat dan terpercaya, teks berita harus menggunakan kaidah kebahasaan yang tepat. Penggunaan bahasa yang sesuai membantu pembaca memahami isi berita dengan lebih mudah dan jelas.
Kaidah kebahasaan teks berita adalah aturan atau ciri penggunaan bahasa yang digunakan dalam penulisan berita. Kaidah ini bertujuan untuk membuat informasi yang disampaikan menjadi jelas, objektif, faktual, dan mudah dipahami oleh pembaca.
Dalam teks berita, bahasa yang digunakan harus sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain itu, berita juga harus berdasarkan fakta sehingga tidak mengandung opini atau pendapat pribadi penulis.
Baca juga: 10 Cara Mengenali Berita Hoaks dengan Tepat
Berikut ini ciri - ciri kaidah kebahasaan yang sering ditemukan dalam teks berita:
Teks berita menggunakan bahasa baku sesuai dengan aturan bahasa Indonesia (EYD). Penggunaan bahasa baku bertujuan agar berita lebih resmi, mudah dipahami, dan dapat dipercaya.
Teks berita harus berisi fakta yang benar-benar terjadi. Informasi yang disampaikan harus berdasarkan data, hasil pengamatan, atau keterangan dari narasumber yang dapat dipercaya.
Konjungsi temporal adalah kata penghubung yang menunjukkan urutan waktu terjadinya suatu peristiwa. Penggunaan konjungsi ini membantu pembaca memahami alur kejadian secara kronologis.
Beberapa contoh konjungsi temporal yang sering digunakan dalam berita adalah kemudian, sejak, setelah itu, sebelumnya, selanjutnya, dan akhirnya.
Contoh:
Kalimat langsung digunakan untuk menyampaikan pernyataan narasumber secara persis sesuai dengan yang diucapkan. Biasanya ditandai dengan tanda petik ("...").
Contoh:
Baca juga: Mengenal 5W 1H dan Contohnya dalam Penulisan Berita
Selain kalimat langsung, berita juga sering menggunakan kalimat tidak langsung. Kalimat ini berisi penyampaian kembali perkataan narasumber tidak menggunakan tanda petik.
Contoh:
Untuk memenuhi unsur 5W+1H (khususnya When dan Where), teks berita harus menyertakan informasi waktu dan lokasi kejadian secara spesifik dan jelas.
Kata kerja mental adalah kata kerja yang menunjukkan respons atau sikap seseorang terhadap suatu situasi, tindakan, atau pengalaman. Kata-kata ini sering digunakan untuk menggambarkan apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh/narasumber dalam berita.
Contoh: Memikirkan, membayangkan, berasumsi, mencurigai, menyimpulkan.
Perhatikan contoh berikut:
Hujan Deras, Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan di Jakarta Selatan
Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Jakarta Selatan sejak Jumat siang menyebabkan sebuah pohon beringin tua tumbang. Peristiwa ini terjadi tepat di Jalan Raya Pasar Minggu pada pukul 14.30 WIB.
Salah seorang saksi mata, Setiawan, mengatakan bahwa pohon tersebut tiba-tiba runtuh saat angin bertiup kencang. "Tiba-tiba ada suara kretek-kretek, lalu pohonnya langsung roboh menutup jalan," ujarnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Petugas damkar kemudian segera datang ke lokasi untuk mengevakuasi batang pohon yang melintang, setelah itu arus lalu lintas yang sempat macet total berangsur normal kembali.
Dalam kutipan berita tersebut terdapat beberapa kaidah kebahasaan, yaitu:
Baca juga: Puisi adalah: Pengertian, Ciri, Unsur, Struktur, dan Jenis-jenisnya
Dengan memahami kaidah kebahasaan teks berita membantu pembaca menemukan informasi penting dengan mudah. Selain itu, kaidah ini juga berguna untuk menyusun berita yang jelas, tepat, dan sesuai bahasa Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ruang Guru