ilustrasi Erosi Tanah (Unsplash/Andrew Reshetov)
INDOZONE.ID - Tanah adalah sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan. Selain menjadi tempat tumbuhnya tanaman, tanah juga menyimpan air.
Namun, tanah bisa mengalami erosi, yaitu terkikisnya lapisan tanah paling atas oleh air atau angin.
Jika terjadi terus-menerus, erosi dapat menyebabkan tanah kehilangan kesuburannya, hasil pertanian menurun, sungai menjadi dangkal, serta meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor.
Oleh karena itu, erosi perlu dicegah agar lingkungan tetap terjaga.
Erosi tanah adalah proses terkikisnya lapisan paling atas tanah akibat aliran air, angin, atau aktivitas manusia.
Lapisan ini paling subur, karena mengandung banyak unsur hara dan bahan organik yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dengan baik.
Erosi dapat terjadi secara alami, tapi juga bisa dipercepat oleh penebangan hutan atau pengelolaan lahan yang kurang tepat.
Jika dibiarkan, erosi dapat menurunkan kesuburan tanah, memicu banjir, dan meningkatkan risiko tanah longsor.
Baca juga: Komponen Biotik: Pengertian, Unsur, Peran, dan Contohnya dalam Ekosistem
Lalu, apa saja akibat utama erosi tanah? Berikut penjelasannya.
Erosi membuat lapisan tanah paling atas atau topsoil ikut terbawa oleh air atau angin. Padahal, lapisan ini mengandung banyak zat yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dengan baik.
Akibatnya, tanah menjadi kurang subur dan tanaman sulit tumbuh. Jika terus dibiarkan, lahan akan semakin sulit menghasilkan tanaman yang sehat dan berkualitas.
Karena tanah menjadi kurang subur, tanaman tidak bisa tumbuh dengan maksimal. Hal ini membuat hasil panen petani menjadi lebih sedikit daripada biasanya.
Jika erosi terus terjadi, lahan pertanian bisa rusak dan sulit ditanami. Akibatnya, produksi pangan menurun sehingga kebutuhan makanan masyarakat bisa terganggu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ekosight.com