INDOZONE.ID - Ramadan adalah bulan yang sangat dinanti oleh umat muslim, karena di bulan ini semua berkah anugerah dicurahkan oleh Allah Yang Maha Kuasa untuk manusia.
Pada bulan Ramadan, semua pintu ampunan dibuka dan amal baik diberi ganjaran berlipat ganda. Tak heran jika pada bulan ini umat muslim di Indonesia mengisinya dengan berbagai kegiatan amal baik.
Menyadari akan hal itu, sebagai gerai swalayan modern yang tersebar di 65 kota di seluruh Indonesia, maka Hypermart ingin memperbanyak amal baik dengan berbagi Ketupat.
Baca Juga: Rumah Banyak Kecoa? Simak Penyebab dan Cara Mengusir Kecoa di Rumah, Dijamin Ampuh!
Ketupat adalah makanan khas dalam budaya perayaan Idulfiitri di Indonesia sebagai simbol perayaan keluarga dan sosial. Di sini, para umat muslim akan berbagi hidangan ketupat lezat kepada umat lainnya.
Lebih jauh lagi, Indozone akan mengulas mengenai filosofi ketupat dan amal baik yang hypermart berikan kepada masyarakat lewat program Sejuta Bahagia Berbagi Ketupat berikut ini.
Akhir Ramadan ditandai dengan berbuka makan ketupat dan berbagi ketupat antar tetangga.
Baca Juga: Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi bagi Setiap Kaum Muslimin, Sejuta Manfaat!
Dalam budaya Jawa, ada tradisi Lebaran Ketupat yaitu merayakan Hari Raya pada tanggal 8 Syawal, seminggu setelah idulfitri karena 6 hari setelah 1 Syawal dilanjutkan dengan puasa sunnah Syawal sebagai penyempurna puasa Ramadan.
Ketupat dipilih karena memiliki filosofi yang sesuai dengan kondisi Hypermart saat ini.
Kata ketupat dapat dimaknai dari kependekan kata Laku Papat yaitu empat tindakan lebaran, luberan, leburan dan laburan.
Baca Juga: 4 Angka Keramat yang Diyakini Pembawa Keberuntungan dalam Budaya Tionghoa
Lebaran bermakna selesai, jadi diharapkan telah selesai semua perselisihan atau permasalahan.
Luberan bermakna melimpah ruah sehingga luber juga dimaknai sebagai doa bahwa rejeki mendatang akan sampai berlimpah, namun harus dijemput dengan memberi atau berbagi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Dan Wawancara