Ilustrasi interview kerja (Pexels/mentatdgt)
Hampir semua perusahaan saat ini menggunakan tes psikologi/Psychology Test (psikotes) dalam tahap seleksi rekrutmen karyawan.
Sesuai namanya, psikotes secara umum mengarah kepada tes kepribadian seseorang.
Dari hasil psikotes ini, nantinya perusahaan akan menilai apakah seseorang tersebut sesuai dengan kebutuhan perusahaan atau tidak.
Seorang pelamar kerja dengan kemampuan akademik tinggi, bisa saja tidak lolos seleksi psikotes. Sebaliknya, mereka dengan nilai akademik biasa, justru berhasil melewati tahapan ini.
Bagi sebagian orang, tahap seleksi psikotes kerja cukup rumit. Bahkan, ada yang sudah berkali-kali ikut tes, namun tak kunjung berhasil.
Namun di sisi lain, tak sedikit pula yang mampu menyelesaikan setiap soal psikotes dengan baik.
Umumnya, ada beberapa jenis soal psikotes kerja yang sering diujikan. Ulasan selanjutnya, telah Indozone rangkum dalam artikel ini.
Jenis soal psikotes kerja pertama adalah tes logika aritmatika. Tes ini terdiri atas deret angka yang berpola.
Tujuan tes ini untuk mengukur kemampuan analisa seseorang dalam memahami pola-pola tertentu dalam wujud deret angka.
Tips mengerjakan:
Berikutnya, tes logika penalaran yang terdiri dari deret gambar, baik 2 maupun 3 dimensi.
Tujuan tes ini untuk mengukur kemampuan analisa seseorang dalam memahami pola-pola tertentu dalam wujud deret gambar.
Biasanya, setiap peserta tes akan diminta memilih gambar selanjutnya yang kemungkinan akan muncul.
Tips mengerjakan:
Pada soal psikotes kerja juga ada tes analogi verbal. Tes ini terdiri atas 40 soal, meliputi korelasi makna, sinonim, antonim, dan analogi kata.
Tujuan tes ini untuk mengukur kemampuan logika seseorang memahami sebab-akibat dari suatu permasalahan.
Tips mengerjakan:
Bisa dibilang, tes kraeplien/pauli (hitung koran) sudah cukup familiar. Namun, beberapa orang masih sulit mengerjakan jenis soal psikotes ini.
Tes kraeplien/pauli terdiri atas gugusan angka-angka tersusun secara membujur (atas ke bawah).
Nantinya, setiap peserta tes diminta menjumlahkan dua angka berdekatan dalam waktu tertentu di tiap kolom.
Hasil penghitungan dua angka tersebut kemudian dituliskan di samping, tepatnya di antara dua angka tersebut.
Tujuan tes ini untuk melihat kemampuan seseorang dalam adaptasi dan penyesuaian diri, ketelitian, dan kecepatan menyelesaikan pekerjaan.
Tips mengerjakan:
Tes wartegg merupakan salah satu jenis soal psikotes yang cukup rumit dan banyak orang terkecoh ketika mengerjakannya.
Soal tes wartegg terdiri atas 8 (delapan) kotak. Di dalamnya, berisi bentukan tertentu, seperti titik, garis kurva, garis sejajar, lingkaran, garis melengkung, garis memotong.
Tugas kamu dalam tes ini adalah menggambar semua bentukan itu menjadi sebuah gambar.
Kemudian, kamu tuliskan nomor gambar secara berurutan, mulai dari gambar paling disukai, tidak disukai, mudah digambar, dan tersulit.
Tujuan tes ini untuk mengukur kemampuan seseorang dalam pengendalian emosi, imajinasi, intelektual, dan aktivitas subjek.
Tips mengerjakan:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: