Kasus kekerasan yang terjadi pada anak-anak sudah banyak terjadi sejak dulu. Motifnya pun beragam. Seperti yang baru terjadi pada balita berusia 5 tahun yang meregang nyawa akibat kelakukan keji tetangganya remaja berusia 15 tahun.
Kasus ini telah heboh sejak pengakuan tersangka Jumat 6 Maret 2020 pada pihak kepolisian. Kejadian ini memang sulit diterima dengan akal sehat, seorang anak di bawah umur tega dan berani melakukan tindakan tersebut.
Dugaan sementara menyebutkan bahwa pelaku mengalami gangguan emosional sehingga mendorongnya untuk melakukan kekerasan berujung kematian pada seseorang.
Psikopat merupakan gangguan yang ditujukan pada seseorang dengan kepribadian yang diakibat oleh berbagai aspek.
Tak ada yang pernah tahu, mengapa dan bagaimana bisa seorang anak tumbuh menjadi psikopat.
Reaksi ini bisa timbul akibat pengaruh genetika, traumatis dan tekanan berlebih yang terjadi pada lingkungan sekitar.
Kamu harus menyadari bahwa kemungkinan psikopat bisa terjadi pada siapa pun. Memang sih hingga saat ini belum ada diagnosis yang pasti tentang psikopat.
Kamu bisa mengetahui ciri psikopat pada anak sejak dini:
"Semua yang terjadi pada anak tentu didasari latar belakang si anak. Ia tidak serta merta mengubah dirinya menjadi sosok yang menakutkan. Untuk mengantisipasi, sebagai orangtua kamu perlu memerhatikan semua tingkah laku anak. Taruh kecurigaan apabila anak tidak memiliki rasa takut akan pelanggaran yang diperbuat," papar Psikolog Klinis, Tara de thouars saat dihubungi Indozone, Minggu (8/3/2020).
Untuk mengetahui ciri anak psikopat lebih pasti, kamu bisa langsung berkonsultasi pada dokter guna meminimalisir dampak buruk yang akan ditimbulkan kemudian hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: