Kitab suci Alquran (Unsplash/@ablossomingsoul)
Lailatul Qadar adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadan, yang dalam Alquran digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari 1.000 bulan.
Malam Lailatul Qadar begitu dinantikan di bulan Ramadan dan seluruh umat Islam begitu berharap dapat bertemu dengan malam kemuliaan ini.
Sebagai upaya dalam meraih kemuliaannya, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan ibadah sunnah di malam Lailatul Qadar.
Salah satu amalan ibadah pada malam Lailatul Qadar yang dianjurkan yakni memanjatkan doa di sepertiga malam karena termasuk waktu mustajab berdoa dan memohon ampunan.
Sebagaimana diriwayatkan Aisyah Radhiallahu 'anha ketika ia bertanya kepada Rasulullah SAW tentang doa apa yang sebaiknya dibaca ketika mengetahui malam Lailatul Qadar.
Kemudian, Rasulullah SAW bersabda:
"Berdoalah, Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (‘Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku." (H.R Tirmidzi, Ibnu Majah)
Selain doa di malam Lailatul Qadar di atas, ada juga bacaan doa sapu jagad yang sering diucapkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yakni:
"Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzabannar."
Artinya: "Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan akhirat serta peliharalah kami dari siksa api neraka."
Lalu, kapankah malam Lailatul Qadar itu datang? Yakni, tepat pada 10 hari terakhir pada bulan Ramadan.
Dari ‘Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Carilah lailatul qadar pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan." (HR. Al-Bukhari)
Tambahan:
Berdoa, berdzikir menyebut Asma-Nya, serta istighfar sejatinya tidak hanya dianjurkan di malam Lailatul Qadar, tapi juga setiap waktu.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan sebuah kalimat istighfar yang paling utama atau disebut Sayyidul Istighfar untuk dapat diamalkan seluruh umat Islam.
Bacaan Sayyidul Istighfar anjuran Rasulullah beserta artinya, sebagai berikut:
"Allahumma Anta Rabbi, la ilaha illa Anta khalaqtani, wa ana 'abduka, wa ana ala ahdika wawa'dika mastatha'tu, audzubka min syarrima shana'tu, abu'u laka bini'matika alayya wa abu'u laka bi dzanbi, faghfirli, fa innahu la yaghfirudzunuba illa Anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui dosaku kepada-Mu dan aku akui nikmat-Mu kepadaku, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain-Mu."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: