Ilustrasi hipnotis. (Pixabay/Geralt)
Beberapa bulan belakang ini, kejahatan hipnotis kembali marak terjadi di Indonesia. Kasus yang masih hangat yakni seorang pengemudi ojek online di Jakarta Barat yang dihipnotis lalu sepeda motornya dibawa kabur oleh pencuri.
Melansir situs resmi polri, Senin (31/8/2020), hipnotis merupakan salah satu metode kejahatan penipuan yang dipercaya menggunakan ilmu hitam atau sihir. Hipnotis merupakan gabungan dari teknik shock induction, ericksonian hypnosis, dan mind control (telepati, magnetism).
Untuk menghindari diri dari kejahatan hipnotis, ada beberapa cara jitu di bawah ini yang bisa kamu coba. Apa saja? Simak ulasannya berikut ini.
Jangan biarkan pikiran kamu kosong ketika berada di tempat umum, coba untuk sibukan diri kamu akan pikiran pekerjaan atau apapun itu. Ketika pikiran kamu kosong, alam bawah sadar akan terbuka dan sangat mudah untuk diberi sugesti.
Ketika berada di tempat umum dan tiba-tiba kamu merasa ngantuk, mual atau pusing secara tidak wajar, bisa jadi ada orang yang mencoba melakukan telephatic forcing padamu. Carilah tempat lain sembari berdoa dalam hati, minum juga air putih jika ada.
Jangan mudah tergiur tawaran makanan dan minuman dari orang asing yang kamu temui, metode ini sebenaranya bukan sebuah hipnotis, melainkan pembiusan. Namun keduanya memiliki konsep mengelabui yang sama.
Kejadian-kejadian di tempat umum memang sangat mudah mengalihkan perhatian, seperti orang muntah, bertengkar dan lainnya. Usahakan untuk membuang perhatian kamu dari kejadian tersebut, jika tidak maka alam bawah sadar kamu akan mudah tersugesti.
Jawablah secukupnya jika ada orang asing yang mengajak bicara kamu di tempat umum, oknum hipnotis biasanya mengajak ngobrol calon korbannya untuk mendapatkan empatinya dan membuat dia terperangkap di dalamnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: