Ilustrasi ibu bermain dengan anak. (Pexels/Mikhail Nilov)
Orangtua diingatkan untuk peka terhadap perkembangan sosial emosional anak, terutama di masa transisi menuju pascapandemi COVID-19. Salah satunya mencari tahu bagaimana kondisi mood anak.
Hal ini dilakukan agar anak mampu beradaptasi saat kembali bersosialisasi dengan orang di sekitarnya.
Menurut Psikolog Keluarga dari Rumah Dandelion Nadya Pramesrani, yang perlu dilakukan ketika kita sudah di masa transisi adalah peka terhadap kondisi anak.
Menurut Nadya, kepekaan orangtua sangat penting agar dapat mengetahui tindakan atau stimulasi kreatif yang tepat untuk memecahkan masalah yang dialami anak.
Nadya memaparkan, beberapa masalah yang sering ditemui pada anak-anak di masa transisi di antaranya sulit lepas dari orangtua, takut bertemu orang baru atau anggota keluarga yang lama tidak ditemui, penurunan aktivitas fisik yang disertai peningkatan screen-time, perilaku dan suasana hati yang memburuk, hiperaktif, dan kurang fokus.
Nadya menjelaskan, ada beberapa cara untuk membantu anak agar mampu menghadapi masa transisi dan mengejar ketertinggalan dari aspek sosial emosional dan motorik.
Pertama, dengan memberikan asupan nutrisi yang tepat dan memadai. Ketika anak mulai keluar rumah, dari mulai ketemu sama banyak orang dari yang tadinya kurang beraktivitas fisik, bisa saja membuat anak jadi rentan sakit.
"Karena dari yang tadinya di rumah aja kemudian ke luar rumah kan paparan mereka terhadap virus jadi lebih banyak atau lebih gampang capek. Jadi, yang harus dilakukan adalah pemberian nutrisi yang tepat," kata Nadya, dikutip dari Antara, Kamis (21/7/2022).
Kedua, Nadya mengatakan penting untuk menetapkan struktur dan rutinitas baru sesuai dengan perubahan yang terjadi. Ini dilakukan agar anak merasa aman saat melakukan aktivitas baru dan mempermudah mereka dalam beradaptasi.
Ketiga, berikan stimulasi kreatif di rumah, misalnya melalui kegiatan bermain yang menyenangkan, terstruktur, dan bertujuan.
Keempat, berikan kesempatan agar anak dapat bergerak aktif sehingga dia dapat tumbuh sehat dan berani. Nadya mengatakan bahwa bagi anak di bawah usia 5 tahun, kebutuhan mereka untuk bergerak aktif adalah 300 menit per hari.
Kemudian yang kelima, beri kesempatan agar anak melakukan interaksi dua arah untuk mengembangkan kemampuan sosial emosional dan melatih kebaikan dari dalam diri anak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: