Sebanyak 1.100 warga Jayengan, Solo, menggelar kirab budaya, Sabtu (17/9/2022) lalu. Mereka terdiri dari tiga etnis di yakni Banjar, Jawa, dan China atau disebut dengan Jarwana.
Dengan mengusung tema ‘Jarwana The Last Show 2022’, ada warga berkebaya yang naik sepeda unik lengkap dengan boncengan sebuah boks bertuliskan ‘es potong jadoel’.
Enggak sendirian, ternyata warga Jayengan tersebut membawa tiga orang temannya dengan sepeda aneh yang pada roda depannya berbeda dari roda sepeda umumnya. Kalau biasanya jari-jari roda sepeda menggunakan jeruji dalam jumlah banyak dengan ukuran panjang sama dan rapi. Nah, sepeda yang dipakai dalam parade ini jerujinya terbuat dari besi tebal, dengan ukuran yang enggak sama.
Sehingga ketika sepeda aneh tersebut dinaikki, penumpangnya akan naik turun, seperti melintasi jalanan yang enggak rata.
Kirab juga dimeriahkan dengan tiga orang yang naik kura-kura raksasa berjalan di belakang sepeda aneh tersebut.
Tentu bukan kura-kura sesungguhnya melainkan replika yang terbuat kardus.
Kirab ini menjadi pengobat rindu warga akan acara ini. Sebab kirab Jarwana sempat vakum dua tahun akibat pandemi Covid-19.
“Memang populasi penduduk kami di Kelurahan Jayengan didominasi oleh tiga etnis tersebut. Dan Alhamdulillah hari ini, tahun ini kita mengadakan lagi setelah vakum dua tahun,” kata Aris Harjito kepada Tim Z Creators, Is Ariyanto, di sela-sela persiapan Kirab Budaya Jarwana, Sabtu (17/9/2022).
Perwakilan dari warga Banjar yang ikut kirab tersebut mengenakan busana adat pengantin dan khitanan. Sedangkan perwakilan dari warga China menampilkan kesenian liong, barongsai dan ogoh-ogoh. Sementara warga Jawa mengenakan kostum tokoh-tokoh pewayangan dan menampilkan berbagai atraksi seni.
Selain itu, dalam kegiatan juga digelar bazar UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang menjual kuliner dan jajanan khas Banjar, Jawa dan China.
Pembagian ratusan boks bubur samin termasuk jadi momen yang dinanti warga, karena biasanya bubur ini cuma ada saat Ramadan.
Sebagai puncak acara, malam harinya digelar panggung hiburan yang menampilkan orkes musik humor Pecas Ndahe.
Artikel menarik lainnya:
Fakta Berat, Kota Seribu Jendela yang Penuh Toleransi, Keindahannya Memikat Abis!
5 Alasan Wajib Nonton Drakor 'Narco-Saints', Salah Satunya Endingnya Bikin Geleng Kepala
Cerita WNI Napak Tilas ke Lokasi Syuting CLOY di Swiss, Terpukau Sama Pemandangannya
Berawal dari Kedai Kecil 94 Tahun Silam, Restoran Bakso Ini Sekarang Punya 100 Cabang!
Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: