Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 02 JANUARI 2023 • 11:52 WIB

4 Fakta Mencengangkan Latto-Latto, Mainan ‘Berisik’ Viral Ternyata Bukan Asli Indonesia

4 Fakta Mencengangkan Latto-Latto, Mainan ‘Berisik’ Viral Ternyata Bukan Asli IndonesiaLatto-Latto. (Z Creators/Hasan Syamsuri)

Latto-latto, mainan berbentuk dua bandul yang diikatkan pada tali dan cara mainnya dengan diadu hingga mengeluarkan bunyi 'nok-nok' ini tengah viral. Sebenarnya, bagaimana sih asal-usul munculnya mainan latto-latto ini?

1. Bukan Berasal dari Indonesia

Permainan latto-latto berasal dari Amerika Serikat. (Z Creators/Hasan Syamsuri)

Mainan latto-latto populer di Indonesia pada era 1990-an. Meski demikian, latto-latto bukan berasal dari Indonesia. Sebelumnya, mainan ini telah populer di negara lain. Salah satunya di Amerika pada akhir 1960-an hingga awal 1970-an. Karena itu, banyak yang menyebut latto-latto berasal dari negara tersebut.

2. Memiliki Banyak Nama

Latto-latto punya banyak nama. (Z Creators/Hasan Syamsuri)

Di sejumlah negara, mainan ini dikenal dengan nama yang berbeda-beda. Di Amerika, mainan ini dikenal dengan nama Clackers Ball, sementara di negara lain ada yang menyebutnya Knockers, KNokkers, Ker-Knockers, Ker-Bangers, Bangers, Bonkers, Clankers. 

Seain itu, mainan itu juga disebut Crackers, Whack’os, Whak Kos, Wackers, Whackers, Quick Wacks, Quick Klacks, Quick Clacks, Clack Clacks, Klick-Klacks, Poppers, Mini Poppers, Popper Knockers, Rockers, Super Clackers, Zonkers, Knockers hingga Lato-lato dan Nok-nok di Indonesia.

3. Awalnya Terbuat dari Bahan Akrilik

Latto-Latto awalnya terbuat dari akrilik. (Z Creators/Hasan Syamsuri)

Mengutip dari laman Nostalgia Central, awalnya latto-latto bentuknya seperti pendulum atau bandul yang penampakannya sama sekali berbeda dengan yang ada saat ini. Dulu, mainan ini terdiri dari dua bandul yang terbuat dari bahan akrilik atau kaca.

Kedua bola ini diikatkan pada tali dengan pegangan kecil semacam cincin di bagian tengahnya, yang berfungsi untuk membuat kedua bandul saling beradu hingga mengeluarkan bunyi. Tapi, bahan akrilik dinilai berbahaya karena saat beradu bisa saja pecah dan membahayakan yang memainkannya. Karena itulah bahan dasar kedua bandul tersebut akhirnya diganti dengan plastik.

4. Tidak Hanya Dimainkan Anak-anak

Latto-latto tak hanya dimainkan anak-anak. (Z Creators/Hasan Syamsuri)

Karena sedang viral, bisa jadi, latto-latto kini telah dimainkan oleh anak-anak di hampir seluruh wilayah Indonesia. Bahkan saking populernya, mainan seharga Rp10-Rp15 ribu itu kini enggak cuma dimainin sama anak-anak saja. Tak sedikit orang dewasa juga tertarik untuk mencoba memainkannya.

Bahkan orang nomor satu di Indonesia, Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, juga sempat menjajal mainan ini saat melakukan kunjungan kerja ke salah satu pasar di Subang, Jawa Barat, belum lama ini.

Itulah fakta dan sejarah terkait mainan latto-latto yang saat ini sedang viral. Semoga mencerahkan ya!

Artikel menarik lainnya: 

Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.

Z Creators

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

4 Fakta Mencengangkan Latto-Latto, Mainan ‘Berisik’ Viral Ternyata Bukan Asli Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!