Menkes Budi Gunadi Sadikin. (ANTARA/Andi Firdaus)
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin berduka atas meninggalnya dokter Mawartih Susanty, SpP yang merupakan dokter spesialis paru satu-satunya di Papua.
Sebelumnya, dokter Mawar berpraktik di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah selama enam tahun.
Menkes mengungkapkan bahwa masa praktik dokter Mawar di Nabire, sebenarnya sudah berakhir dan akan segera kembali ke Jakarta.
Baca juga: Soal Anjuran Lepas Masker di Transportasi Umum, Begini Penjelasan Kemenkes
"Dokter mawar itu adalah dokter beasiswa Kemenkes RI, dia ambil spesialis paru-paru dan memilih berbakti di Papua dan sebenarnya hari itu sudah selesai dia," ujar Menkes saat menghadiri acara di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, ditulis Kamis (16/3/2023).
"Jadi dia dalam proses untuk kembali ke Jakarta. Dia sangat berdedikasi dan dicintai masyarakat. Jadi saya turut berduka cita dan kekaguman saya atas dedikasi beliau," imbuhnya.
Lebih lanjut Menkes berjanji, hasil pemeriksaan kasus dokter Mawar akan transparan. Hal ini pun sudah dikoordinasikan oleh pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kepada pihak Kepolisian.
"Saya berjanji ke mereka (orang tua dr Mawar) bahwa ini akan dibuka secara transparan tidak ada yang ditutup-tutupi. Saya juga sudah bicara dengan Pak Kapolri seperti, tapi saya minta teman-teman sabar," jelasnya.
Menkes menambahkan, kejadian ini bisa menjadi motivasi pemerintah dalam meningkatkan keamanan para tenaga kesehatan. Khususnya yang bekerja di daerah-daerah terpencil.
Baca juga: Kemenkes Ungkap Penyebab Bayi di Bekasi Punya Berat Badan 27 Kg, Ternyata Kelainan Genetik
"Yang penting adalah ini memberikan inspirasi, motivasi bagi kita jajaran pemerintah agar bisa menjamin keamanan dokter-dokter yang bekerja di daerah yang sulit. Khususnya Papua Pegunungan dan Papua Tengah," jelasnya.
Rencananya, Menkes akan bertemu dengan Panglima Polri untuk membahas keamanan para tenaga kesehatan. Sehingga, kejadian seperti dokter Mawar tidak terulang.
"Jadi habis ini saya juga sudah bicara dengan Pak Kapolri, mungkin nanti saya akan hadir ke Pak Panglima untuk bicara bagaimana tenaga kesehatan kita ini melayani masyarakat Papua. Walau bagaimana kan mereka saudara kita yang di Papua. Jangan sampai gara-gara ini, kemudian jadi layanan kesehatan ini enggak sampai ke mereka, kasihan," pungkasnya.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: