Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 16 MEI 2023 • 15:31 WIB

Tak Hanya di UMKM, BenihBaik Harap Olahan Ranjungan Istri Nelayan Jepara Bisa Diekspor

Tak Hanya di UMKM, BenihBaik Harap Olahan Ranjungan Istri Nelayan Jepara Bisa DieksporAcara PLN Peduli dan BenihBaik untuk pemberdayaan UMKM para nelayan di pesisir Jepara. (INDOZONE/M Rofi).

Dalam rangka memberdayakan istri kelompok nelayan di pesisir Jepara, PLN Peduli dan BenihBaik mengambil langkah dengan melakukan program menarik untuk meningkat taraf ekonomi dari wilayah tersebut. 

Program ini sendiri merupakan kegiatan kolaborasi kesekian kalinya antara PLN Peduli dan BenihBaik dalam meberdayakan kelompok masyarakat yang membutuhkan. 

Menurut Farhan Prastiyan sebagai Partnership Manager di Benihbaik.com, kolaborasi mereka sudah dari setahun lalu, dimulai dengan pemberdayaan kepada perempuan korban kekerasan seksual dan juga KDRT di Bali dan pemberdayaan kaum difabel untuk membuat produk olahan dari kain perca beberapa waktu lalu.

"Yang terakhir kita tutup di Jepara di sini kita lebih fokus untuk penerima manfaat ibu-ibu pesisir gitu ya, ibu-ibu istri nelayan dan juga nelayan sendiri. Bapak-bapak juga kita lakukan pemberdayaan untuk mereka," kata Farhan saat ditemui dalam acara 'Pemberdayaan Perempuan Pesisir Kelompok Nelayan Jepara' di Jepara, Jawa Tengah, Kamis (11/5/2023) lalu.

Baca juga: BenihBaik dan PLN Peduli Gelar Program Bantuan Pemberdayaan Nelayan Rajungan di Jepara

Tingginya angka kemiskinan di kalangan nelayan.

Farhan Prastiyan sebagai Partnership Manager di Benihbaik.com. (INDOZONE/M Rofi).

Salah satu alasan pihak PLN Peduli dan BenihBaik memfokuskan kepada kelompok nelayan beserta istri-istrinya adalah tingkat ekonomi yang jauh di bawah rata-rata. Apalagi pekerjaan para nelayan penuh resiko dan bergantung pada cuaca. 

"Kelompok nelayan ini adalah kategori juga penerima manfaat yang cukup perlu dibantu karena mereka tingkat kemiskinan nya cukup tinggi di Angka kemiskinan di kalangan nelayan. Di mana mereka juga sangat tergantung terhadap tangkapan hasil laut, kondisi cuaca dan juga faktor alam itu menjadi penentu juga bagi mereka," terang Farhan.

"Sehingga kita perlu adanya alternatif, selain para nelayan yang sehari-harinya melaut mencari ikan melakukan penangkapan ikan dan juga hasil laut lainnya ini kita juga berdayakan ibu ibunya, sehingga ibu-ibu ini juga dapat membantu menopang ekonomi keluarga bahkan dari rumah ketika mereka melakukan kegiatan sehari-hari di samping melakukan kegiatan seperti masak dan lain sebagainya. Mereka juga bisa membantu ekonomi keluarga," tambahnya.

Tahapan program pelatihan untuk para istri nelayan

Nelayan di pesisir Jepara sedang memegang bubu. (INDOZONE/M Rofi).

Sebelum membuat program, Pihak BenihBaik membaca peta dna kondisi yang terjadi di lapangan, dimana para istri banyak menunggu hasil tangkapan dari suaminya. Dari pengamatan itulah, BenihBaik melihat adanya potensi dari para istri nelayan untuk membantu kegiatan suaminya.

"Pada sebelumnya mereka melakukan kegiatan-kegiatan ya sehari-hari mereka hanya menunggu sebagian besar ya kita bicara sebagian besar mereka menunggu tangkapan hasil laut dari para suami. Emang ada yang juga melakukan usaha sampingan seperti membuka warung dan dan lain sebagainya, tapi kita melihat adanya potensi lain yang bisa saling mendukung antara para ibu dan juga para suami melakukan melaut mencari olahan hasil laut di mana ketika ibu-ibunya memiliki waktu senggang mereka juga bisa memanfaatkan waktu," jelasnya.

Salah satu contohnya adalah membuat alat tangkap baru seperti bubu yang akhirnya menjadi salah satu pelatihan yang diberikan. Bubu itu sendiri digunakan untuk menangkap Rajungan yang ramah lingkungan sehingga tidak semua hasil laut itu bisa diambil serta merta. 

"Kemudian juga kita melakukan pendekatan terhadap dimana sebelumnya ibu-ibu ini anak-anak atau nelayan ini keluarga nelayan mereka hanya mendapat Rajungan kemudian jual mentah, sementara kita juga memberikan edukasi mereka untuk mengolahnya ke tahap yang lebih lanjut gitu dengan cara merebus dan juga melakukan kemasan sehingga ini dapat terjadinya peningkatan produk dari mentah menjadi olahan, kurang lebih seperti itu yang kedua." 

Potensi untuk melebarkan distribusi olahan ranjungan skala ekspor

Nelayan di pesisir Jepara dan hasil tangkapan ranjungan. (INDOZONE/M Rofi).

 

Pihak BenihBaik pun berharap program pelatihan itu bisa menjadi UMKM dan menambah pemasukan bagi para nelayan di Jepara. Bahkan bisa melebarkan sayap distribusinya lebih luas.

"Tentu ada, dari langkah yang kecil, kita tidak memberikan ikan tapi kita memberikan kayu atau pancingan untuk para keluarga ini supaya nantinya mereka bisa mengembangkan sendiri dan juga melakukan peningkatan sendiri, bukan hanya mengolah tahap perebusan dan juga pengemasan olahan produk lainnya juga bisa dilakukan lebih lanjut sampai ke tahap produk akhir dan juga bukan hanya sampai situ," tukas Farhan.

"Ini juga harapannya dapat dijual baik itu ke dalam negeri ke kota-kota lain ataupun ekspor. Dari informasi yang kita dapat dari lapangan nilai atau dimen terhadap Rajungan ini di negara lain itu cukup tinggi dan tentunya ada kualitas-kualitas standar tertentu yang dibutuhkan untuk dapat mencapai market tersebut." 

Baca Juga: Festival Kupat Lepet, Tradisi Pekan Syawalan bagi Masyarakat Jepara Jawa Tengah

Tak berhenti di pelatihan tapi juga monitoring

Acara PLN Peduli dan BenihBaik untuk pemberdayaan UMKM para nelayan di pesisir Jepara. (INDOZONE/M Rofi).

 

Program pemberdayaan dari PLN Peduli dan BenihBaik merupakan langkah awal, dan tidak hanya berhenti pelatihan saja. Farhan menjelaskan bila pihaknya tetap akan melakukan monitoring agar program ini maksimal.

"Dari benih baik sendiri, yang pertama dari program yang kita lakukan dengan PLN pemberdayaan ini tidak hanya sampai tetap pemberdayaan tapi kita akan lakukan monitoring selama 6 bulan kedepan, kita lihat apakah ini sustein dan bagaimana potensi yang ada yang bisa kita rayu lagi ke depan sehingga kita bisa maksimalkan program ini kedepannya. 

Selain itu, BenihBaik juga terbukan untuk menerima aspirasi dari para ibu-ibu udah juga para nelayan di pesisir Jepara. Sehingga kedepannya ada program lanjutan untuk melanjutkan program yang ada saat ini. 

"Sehingga tidak hanya berhenti kenapa di sini tapi tujuan besar yang tadi bisa kita realisasikan dan juga lebih banyak lagi partisipasi dari pihak lain tidak hanya kita mengharapkan dari PLN lagi tapi juga mungkin ada pihak-pihak lain yang bisa juga ikut terlibat dalam berkontribusi dalam melakukan program ini."

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tak Hanya di UMKM, BenihBaik Harap Olahan Ranjungan Istri Nelayan Jepara Bisa Diekspor

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!