Wanita akan ditempatkan pada dua posisi dalam kasus perselingkuhan, yakni sebagai korban serta sekaligus dianggap bersalah. Namun, laki-laki dianggap tidak menjadi masalah melirik perempuan lain atau bahkan sampai menikahinya.
Tidak jarang wanita yang seharusnya menjadi korban, justru disalahkan atas perselingkuhan suaminya, bahkan dengan alasan yang sepele.
“Pantas saja suaminya suka perempuan lain”, kalimat tersebut sudah menjadi hal wajar kita dengar.
Padahal mereka yang sudah berkomitmen dan terjadi perselingkuhan, tidak hanya perempuan yang harus disalahkan, tapi keduanya.
Pemicu selingkuh sendiri, macam-macam penyebabnya, mulai dari tidak bisa berkomitmen hingga merasa tidak puas dengan pasangannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: