Ilustrasi penjepit bulu mata. (Chicgirlonline)
Punya bulu mata yang lentik diidam-idamkan oleh banyak perempuan. Maka, menggunakan alat pelentik bulu mata sering jadi pilihan.
Tapi masih sering dijumpai kesalahan saat menggunakan alat pelentik bulu mata. Bukannya lentik, malah bikin bulu mata rusak dan rontok.
Dilansir dari Goodhousekeeping, Selasa (11/2/2020), ini kesalahan yang sering dilakukan saat menggunakan alat pelentik bulu mata.
Bulu mata yang telah diberi maskara menjadi lebih keras, kaku, dan kurang fleksibel. Saat ditambah dengan penggunaan pelentik bulu mata, dapat menyebabkan bulu mata patah. Selain itu, maskara juga bisa menempel pada penjepit bulu mata dan membuatnya tercabut. Sebelum memakainya, pastikan bulu mata kamu bersih dari maskara.
Jangan menekan penjepit bulu mata terlalu keras. Kamu harus menekannya dnegan lembut. Jika terlalu kuat menjepit bulu mata hingga bentuknya lebih dari 90 derajat, malah bisa mematahkan bulu mata. Pakai penjepit di bagian pangkal bulu mata dan pastikan tidak mengenai kelopak mata.
Penjepit bulu mata yang sering dipakai memungkinkan eyeliner, eyeshadow, bakteri, dan sel kulit mati menumpuk. Ini membuatnya menjadi tidak efektif untuk melentikkan bulu mata. Sekali per minggu, coba tuangkan alkohol ke atas kapas dan usapkan ke penjepit bulu mata untuk membersihkannya. Pastikan sudah kering sebelum menggunakannya kembali ya.
Bantalan kecil pada penjepit bulu mata mudah kotor dan retak. Agar fungsinya optimal dan tidak membahayakan bulu mata, gantilah bantalannya setiap beberapa bulan sekali atau saat bantalannya sudah retak dan kotor.
Jika ingin bulu mata lentik, pakailah penjepit dengan kualitas yang bagus. Jangan menggunakan penjepit berkualitas rendah karena tidak akan membuat bulu matamu lentik optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: