Ilustrasi orang yang melakukan body positivity
INDOZONE.ID - Kamu pernah dapat komentar buruk dari orang lain tentang tubuhmu? Dianggap terlalu tinggi, terlalu pendek, terlalu kurus, terlalu gemuk, terlalu hitam, dan lain sebagainya, mungkin pernah kamu dengar.
Standar kecantikan yang toksik dan tidak realistis sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun, semakin berkembangnya era digital, pengaruh media sosial membuat informasi tersebar begitu cepat.
Standar kecantikan yang membentuk perspektif kalau cantik itu harus tinggi, putih, dan mulus membuat banyak cewek insecure. Tapi, kamu gak perlu khawatir, semua itu bisa diatasi dengan body positivity loh!
Baca Juga: 3 Dampak Kerusakan Rambut Akibat Keseringan Keramas dan Cara Mengatasinya
Dilansir dari Verywell Mind, body positivity merupakan gerakan untuk menerima bentuk, ukuran, dan tipe tubuh, dari pada hanya berpatok pada standar kecantikan yang toksik.
Selain bertujuan untuk melepas standar kecantikan yang sudah tersebar di masyarakat, gerakan ini juga punya beberapa tujuan lainnya loh!
Membantu orang lain untuk membangun kepercayaan diri, penerimaan terhadap setiap bentuk tubuh, serta mengatasi standar tubuh yang tidak realistis, adalah tujuan lain dari body positivity.
Bahkan, gerakan ini juga punya tujuan agar setiap orang bisa melihat secara positif tentang pengaruh makanan, olahraga, pakaian, kesehatan, dan perawatan diri terhadap tubuh mereka sendiri.
Baca Juga: Pilihan Outfit Pria yang Cocok Dipasangkan dengan Celana Abu-Abu
Harapannya, dengan memahami pengaruh-pengaruh tersebut, setiap orang bisa memiliki pandangan yang lebih positif, sehat, dan realistis dengan tubuh yang dimiliki.
Ada banyak cara untuk melakukan body positivity. Kamu bisa mencari cara apa yang paling pas untukmu.
Berikut ini beberapa cara melakukan body positivity yang bisa kamu coba.
Mengubah cara pandang kita terhadap tubuh sendiri untuk tetap positif memang gak gampang.
Hal paling sederhana yang bisa kita lakukan adalah dengan memberikan afirmasi positif terhadap diri sendiri setiap harinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Verywell Mind