Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 25 JULI 2019 • 14:10 WIB

Inilah Cara Membedakan Obat Asli atau Palsu

Inilah Cara Membedakan Obat Asli atau PalsuIlustrasi/pexels.com

Banyaknya apotek di Semarang menjadi korban peredaran obat palsu dari Pedangan Besar Farmasi (PBF). PBF disebut menyalahgunakan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Maraknya peredaran obat palsu ini membuat masyarakat lebih waspada dalam membedakan dan megonsumsi obat-obatan yang dijual secara bebas.

Menanggapi soal peredaran obat palsu, Direktur Intelijen Badan POM, Wildan Sagi, S.Kom, MM.Si, mengatakan bahwa obat menjadi hal yang paling menguntungkan untuk diperjualbelikan. Tak sedikit yang kemudian menyalahgunakannya dan menjadikannya obat palsu.

Lantas, bagaimana sih membedakan antara obat yang asli atau palsu? Sebelum membahas tentang apa saja ciri-ciri obat palsu, sebaiknya kamu mengerti terlebih dahulu apa yang disebut sebagai obat palsu. Nyatanya, obat ini bisa sangat mirip dengan obat asli, tapi mempunyai kualitas yang tentu berbeda.

Menurut Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, obat palsu adalah obat yang dijual dengan memakai nama produk, tapi tidak mempunyai izin yang jelas. Ini bisa berlaku pada nama merek maupun produk generik, di mana identitas sumbernya disalahartikan dengan cara yang menunjukkan bahwa obat tersebut adalah produk yang disetujui secara asli.

Beberapa aspek yang dapat disebut sebagai obat palsu adalah:

1. Obat yang tidak mengandung bahan aktif
2. Obat dengan bahan aktif, tapi dalam jumlah yang rendah atau dalam jumlah yang sangat berlebihan
3. Obat dengan bahan aktif yang berbeda atau tidak semestinya
4. Obat dengan kemasan palsu

Berikut ini beberapa tips untuk mengenali obat palsu :

1. Pastikan kamu membeli obat di apotek, bukan di toko obat

Obat yang dijual di apotek lebih terjamin keasliannya. Walaupun obat yang kamu beli termasuk obat-obatan ringan untuk meredakan batuk pilek atau untuk menghilangkan pusing, tapi sebaiknya kamu tetap membelinya di apotek. Jangan sembarangan dalam membeli obat-obatan.

2. Perhatikan kemasan obat

Kamu harus jeli sebelum memutuskan untuk membeli obat tersebut. Kadang, obat palsu dijual tanpa menggunakan kemasan dan tidak mencantumkan label. Sekecil apapun perubahan atau perbedaan pada kemasan obat, kamu harus mencurigainya. Ingat, obat palsu bisa sangat mirip dengan obat asli.

3. Periksa tanggal kedaluwarsa obat dan izin edar

Obat palsu biasanya mencantumkan tanggal kedaluwarsa yang dapat dibedakan dengan obat asli, misal cetakan tanggal kedaluwarsa sulit terbaca, tanggal kedaluwarsa hanya ditempel atau diganti dengan tulisan pulpen, atau bahkan tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa. 

Tanggal kedaluwarsa juga bisa saja dalam bentuk cap. Cap palsu ini dapat hilang tintanya dengan mudah jika diusap. Selain itu, periksa juga izin edar obat. Obat palsu biasanya juga tidak mempunyai izin edar. Bagaimanapun, obat palsu bisa mempunyai kecacatan dibandingkan dengan obat asli jika diperhatikan dengan seksama.

4. Tablet mudah hancur

Menurut mantan Direktur Pengawasan Distribusi Produk Terapetik dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga BPOM, Drs. Roland Hutapea, MSc., Apt., salah satu ciri obat palsu adalah tablet obat mudah dihancurkan.

Biasanya para produsen obat palsu tidak mementingkan kualitas, sehingga obat dibuat sembarangan. Akibatnya, tablet obat rapuh dan mudah hancur. Kualitas obat ini di bawah standar dan kemungkinan besar palsu.

BPOM menyarankan masyarakat tak perlu panik menghadapi peredaran obat palsu. Masyarakat bisa tetap tenang namun berhati-hati supaya tidak terjebak obat palsu. BPOM berharap masyarakat bisa menjadi perpanjangan tangan pengawasan, dengan langsung lapor bila menemukan produk yang mencurigakan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Inilah Cara Membedakan Obat Asli atau Palsu

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!