Ilustrasi/huffingtonpost.com.au
Cacing kremi adalah sejenis parasit yang dapat menjangkiti usus besar manusia. Cacing ini memiliki panjang sekitar 5-13 milimeter dan berwarna putih cenderung bening.
Jenis cacing ini rentan menyerang anak-anak daripada orang dewasa, sebab anak-anak senang bermain kotor-kotoran. Penularannya terjadi melalui sentuhan langsung dengan kulit atau benda yang terkontaminasi cacing kremi.
Cacing kremi disebabkan oleh cacing yang disebut Enterobius vermicularis berukuran sepanjang staples. Seseorang yang terinfeksi parasit ini dengan tanpa sengaja menelan telur mereka. Setelah menetas, cacing kremi bersarang di usus besar dan dubur, dan cacing kremi betina menyelinap keluar dan bertelur di kulit sekitar anus saat sedang tidur.
Menurut US National Library of Medicine, selain menimbulkan rasa gatal di sekitar dubur infeksi cacing kremi juga bisa menyebabkan rasa gatal di vagina.
Beberapa orang yang terkena infeksi cacing kremi mungkin tidak mengalami gejala apa pun. Namun, kamu dapat memeriksa bahwa kamu terinfeksi cacing kremi jika kamu menemukan tanda-tanda seperti:
Diagnosis yang dapat dilakukan untuk mengetahui penyakit cacing kremi adalah dengan menggunakan plester khusus. Seseorang yang terinfeksi cacing kremi akan diminta untuk menempelkan plester tersebut pada kulit di sekitar anus di pagi hari, segera setelah bangun tidur, dan sebelum mandi. Plester ini berguna untuk memeriksa telur cacing yang mungkin berada di anus, untuk di periksa di bawah mikroskop.
Tes ini sebaiknya dilakukan 3 hari berturut-turut agar hasil yang didapatkan lebih akurat. Dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai dengan gejala dan kondisi tubuh, jika telur cacing terdeteksi dalam tubuh.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi cacing kremi. Penerapan hidup bersih juga dianjurkan selain konsumsi obat-obatan anti parasit. Perilaku hidup bersih, antara lain:
Cara memancing cacing kremi keluar yang utama adalah menggunakan obat-obatan. Penderita bisa mencoba obat oral anti-cacing seperti albendazole, mebendazole, dan pirantel pamoat. Sebelum mengonsumsi obat tersebut, sebaiknya konsultasi dahulu dengan dokter.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: