Ilustrasi gangguan mental bipolar (Unsplash/@fairytailphotography)
Tidur merupakan kebutuhan manusia untuk mengistirahatkan tubuh setelah seharian beraktivitas.
Dalam sehari, waktu tidur orang dewasa dianjurkan selama 7-8 jam, agar tubuh tetap fit saat bangun keesokan harinya.
Namun ternyata, beberapa orang justru mengalami kesulitan tidur pada malam hari.
Masalah sulit tidur malam ini memang bisa dialami siapa saja, tidak mengenal usia maupun gender.
Ada beberapa faktor penyebab susah tidur, salah satunya karena seseorang mengalami gangguan mental.
Dirangkum Indozone dari berbagai sumber, berikut ini gangguan mental penyebab susah tidur (insomnia):
Rasa panik berlebihan dapat tergolong dalam masalah mental yang disebut gangguan kecemasan.
Ada beberapa jenis gangguan kecemasan, yakni:
Ketika seseorang sedang cemas, produksi melatonin (hormon ngantuk) akan berkurang akibat banyak tekanan.
Seseorang dengan gangguan kecemasan seperti ini sangat rentan terhadap masalah tidur, seperti insomnia.
Dalam banyak kasus, orang yang sedang depresi berisiko mengalami insomnia atau susah tidur di malam hari.
Sekali pun dapat tertidur, biasanya orang depresi cenderung menghabiskan waktu lebih lama hingga terlelap.
Gangguan mental bipolar nyatanya bisa menyebabkan seseorang sulit tidur di malam hari.
Bipolar ditandai dengan perubahan suasana hati atau mood yang ekstrem.
Si penderita bisa tiba-tiba merasa senang (level mania) dan mendadak sedih (level depresi).
Ketika memasuki level depresi, penderita bipolar biasanya akan susah tidur karena emosinya tidak stabil.
Bahkan parahnya, level depresi ini memungkinkan seorang penderita bipolar mencoba bunuh diri.
Berikutnya, penyakit mental penyebab susah tidur adalah skizofrenia.
Penderita skizofrenia biasanya sulit mengelola emosi dan berbicara dengan orang lain.
Skizofrenia juga memungkinkan seseorang berhalusinasi, seolah-olah mendengar atau melihat sesuatu di sekitarnya.
Karena kondisi ini, individu dengan skizofrenia membutuhkan waktu lama untuk tertidur.
Gangguan mental ADHD ditandai dengan gejala perilaku, seperti impulsif, hiperaktif, dan kurang perhatian.
Selain susah tidur, penderita gangguan neurobiologis ADHD ini sering terbangun di malam hari.
Sementara di siang hari, mereka justru merasa mengantuk berlebihan dan cenderung mudah lelah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: