Ilustrasi seseorang stres karena bekerja (bmmagazine.co.uk)
Kehidupan modern diperkirakan sering menjadi pemicu banyak orang mengalami stres dan gangguan kesehatan mental.
Salah satu golongan yang rentan mengalami masalah mental seperti stres dan depresi adalah pekerja kantoran. Ini disebabkan karena beban pekerjaan yang menumpuk.
Seringnya, masalah mental tersebut tak disadari oleh si pekerja. Padahal jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu kemungkinan lain yang lebih parah.
Dirangkum Indozone, berikut ini beberapa gangguan atau masalah kesehatan mental yang kerap dialami pekerja kantoran:
Depresi merupakan masalah mental yang menyebabkan seseorang tiba-tiba merasa sedih atau kehilangan semangat.
Ada banyak faktor penyebab depresi, salah satunya karena perubahan hormon. Tekanan dari lingkungan sekitar pun dapat memicu seseorang depresi.
Di tempat kerja, seorang karyawan bisa mengalami depresi mendadak. Kondisi ini akan berdampak pada aktivitas harian seseorang.
Adapun tanda-tanda gangguan depresi pada pekerja kantoran, di antaranya:
Bipolar adalah kondisi gangguan mental di mana suasana hati seseorang bisa berubah pada dua fase, yaitu maniak (terlalu senang) dan depresi (terlalu sedih).
Perubahan itu seringnya terjadi mendadak dan tidak menutup kemungkinan dialami seseorang saat berada di tempat kerja.
Fase maniak bipolar dapat terlihat dari kondisi seseorang yang tampak energik, agresif, dan tidak merasa lelah.
Sementara, ketika di fase depresi, akan ditandai dengan performa kerja menurun, sedih, dan tidak semangat beraktivitas.
Tidak sedikit pekerja kantoran yang kerap mengalami gangguan kecemasan atau panik berlebihan (anxiety disorder).
Kondisi ini termasuk masalah mental yang bisa saja dialami pekerja kantor karena terlalu banyak tekanan.
Untuk gejalanya, biasa ditandai dengan rasa lelah, sulit konsentrasi, terlalu panik, tidak bisa berhenti berpikir, denyut jantung meningkat, dan sesak.
Jika kamu atau teman kerjamu mengalami gejala seperti di atas, ada baiknya segera ditangani.
Seseorang dapat mengalami masalah mental lantaran dipicu peristiwa atau kejadian traumatis.
Hal itu tidak menutup kemungkinan dapat dialami oleh pekerja kantor, misalnya kecelakaan saat dinas luar kota.
Dalam dunia medis, masalah kesehatan mental ini disebut gangguan stres pascatrauma (Post-traumatic stress disorder/PTSD).
Kondisi terburuk yang mungkin dirasakan si penderita PTSD adalah takut berlebihan saat melihat sesuatu yang mengingatkannya pada kejadian traumatis.
Pada umumnya, gangguan mental Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) banyak ditemui pada anak-anak.
Namun, bukan berarti orang dewasa tidak bisa mengalami gangguan ini. Bahkan, di beberapa kasus, penderita ADHD berasal dari kalangan pekerja kantoran.
Sebuah survei di 10 negara menyebutkan sekitar 3,5% karyawan mengidap ADHD. Adapun tanda-tandanya, meliputi:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: