Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 19 MARET 2020 • 14:40 WIB

Obat Flu dari Jepang Diklaim Efektif Atasi Virus Corona

Obat Flu dari Jepang Diklaim Efektif Atasi Virus CoronaIlustrasi obat. (Unsplash/Simone Van Der)

Hingga saat ini sejumlah ahli terus berusaha melakukan penelitian guna menemukan obat dan vaksin untuk Covid-19.

Sejak penyakit ditemukan, para pasien yang terinfeksi memang diobati bukan dengan obat yang spesifik.

Para tenaga medis menggunakan obat-obatan hanya untuk meringankan gejala yang timbul akibat virus corona baru hingga pasien bisa sembuh.

Laporan terbaru mengatakan ada suatu obat di Jepang untuk mengobati influenza yang tampaknya efektif untuk mengobati virus corona baru.

Obat antivirus yang disebut Favipiravir atau Avigan itu menunjukkan hasil positif dalam uji klinis yang melibatkan 340 orang di Wuhan dan Shenzhen.

Hal ini diungkapkan oleh Zhang Xinmin dari Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Tiongkok.

"Ini memiliki tingkat keamanan yang tinggi dan jelas efektif dalam perawatan," kata Zhang seperti yang dikutip dari Live Science, Kamis (19/3/2020).

Obat tersebut dikembangkan oleh Fujifilm Toyama Chemical dan sedang diproduksi oleh Zhejiang Hisun Pharmaceutical untuk mengobati virus influenza.

Bulan lalu, obat tersebut dikatakan mendapat persetujuan sebagai pengobatan eksperimental infeksi Covid-19.

Pasien di Shenzhen yang dites positif dan diberi obat tersebut dinyatakan negatif virus corona baru setelah empat hari pengobatan.

Ilustrasi obat. (Unsplash/Pawel)

Tak hanya itu, dalam percobaan yang sama, kondisi paru-paru meningkat lebih baik sekira 91% pada pasien yang memakai Favipiravir untuk pengobatan.

Sedangkan pasien lain yang tak menggunakan obat tersebut kondisi paru-parunya meningkat hanya  62%.

Dalam uji coba di Wuhan, obat itu juga nampaknya memperpendek durasi demam pasien dari rata-rata 4,2 hari menjadi 2,5 hari.

Obat Favipirapir secara khusus dibuat untuk mengobati virus RNA seperti SARS-CoV-2.

Obat menghentikan beberapa virus dari replikasi dengan melumpuhkan enzim yang disebut RNA polimerase.

Menurut suatu artikel di Jurnal Proceedings of Japan Academy yang diterbitkan 2017, tanpa enzim yang utuh, virus tidak dapat menggandakan materi genetiknya secara efisien di dalam sel inang.

Ilustrasi seorang pria sedang melakukan penelitian. (Unsplash/Lucas Vasques)

Akan tetapi, meskipun Favipirapir dinyatakan bisa mengobati pasien virus corona, obat diduga kurang efektif pada pasien dengan gejala berat.

Hal ini dikatakan oleh perwakilan dari Kementerian Kesehatan Jepang. Setelah obat diberikan ke 70-80 orang, ternyata hasilnya obat tidak berfungsi dengan baik ketika virus sudah berlipat ganda.

Namun obat tetap digunakan di Negeri Sakura untuk mengobati pasien Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang.

Ilustrasi obat (freepik)

Obat Virus Corona Masih dalam Penelitian

Sementara itu, mulai ada harapan terkait obat dan vaksin untuk mengatasi Covid-19.

Sebelumnya Remdesivir yang dikembangkan untuk mengobati Ebola dikatakan menunjukkan harapan setelah digunakan dalam pengobatan seekor monyet yang terinfeksi virus corona lain. Kemudian uji klinis telah mulai mencoba vaksin virus corona secara eksperimental pada manusia.

Selama enam minggu ke depan, sekira 45 peserta diharapkan untuk mendaftar dalam uji coba vaksin di Seattle untuk melihat keamanan vaksin dan kemampuannya memicu respons kekebalan tubuh guna melawan virus corona baru. Jika semuanya berjalan baik, vaksin dapat siap untuk digunakan publik dalam waktu sekira 12-18 bulan.


Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Obat Flu dari Jepang Diklaim Efektif Atasi Virus Corona

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!