Ilustrasi wanita perimenopause (medicalnewstoday.com)
Secara harfiah, istilah perimenopause berarti "menjelang menopause". Ini adalah waktu di mana tubuh wanita melakukan transisi alami menuju masa menopause, menandai akhir tahun-tahun reproduksi.
Perimenopause merupakan transisi bertahap dan tidak ada tes khusus yang menunjukkan apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh.
Masa perimenopause atau transisi menopause adalah tahap pertama menopause yang dimulai 8 - 10 tahun sebelum benar-benar memasuki masa berakhirnya menstruasi (menopause).
Selama tahap ini, seorang wanita akan mengalami beberapa perubahan waktu atau rasa berat selama menstruasi karena ovarium akan berhenti melepaskan sel telur. Kemudian, secara bertahap pun mulai memproduksi lebih sedikit hormon estrogen.
Setiap wanita memulai perimenopause pada usia yang berbeda. Beberapa orang melihat tanda-tandanya pada usia 40-an. Namun sebagian besar wanita, merasakan perubahan jelas sejak usia 30-an.
Perimenopause merupakan bagian alami dari proses penuaan. Itu bisa bertahan rata-rata selama empat tahun, tapi terkadang hanya beberapa bulan saja.
Ketika seorang wanita mulai perimenopause, kadar estrogen akan naik dan turun secara tidak merata, siklus menstruasi bisa memanjang atau memendek, dan bahkan mungkin mulai mengalami siklus menstruasi di mana ovarium tidak akan melepaskan sel telur lagi.
Untuk lebih tahu selengkapnya, mari simak ulasan berikut tentang tanda dan gejala perimenopause.
Ketika seorang wanita melewati masa transisi menopause (perimenopause), akan terlihat beberapa perubahan tubuh secara jelas maupun tidak. Tanda perimenopause pertama biasanya berpengaruh pada terganggunya siklus menstruasi.
Selebihnya, setiap wanita menjelang masa menopause akan mengalami tanda dan gejala sebagai berikut:
1. Hot flashes
Hot flashes adalah gejala wajar yang dialami saat wanita memasuki masa menopause atau perimenopause. Bagi penderita biasanya mengalami rasa panas yang tinggi disertai keringat dan detak jantung cepat.
Kondisi hot flashes biasa berlangsung sekitar 2 sampai 30 menit setiap terjadi. Frekuensi hot flash dapat bervariasi dari satu wanita ke wanita lainnya.
2. Berkeringat di malam hari
Keringat di malam hari menjelang tidur merupakan gejala perimenopause yang dapat terlihat jelas. Ini menyebabkan penderitanya mengalami gangguan tidur atau insomnia.
3. Perubahan mood
Perubahan suasana hati seperti mudah marah bisa jadi disebabkan karena gangguan tidur yang terkait dengan hot flashes.
Dalam beberapa kasus, perubahan suasana hati pun dapat disebabkan karena faktor-faktor yang tidak terkait dengan perubahan hormonal perimenopause maupun risiko depresi.
4. Menstruasi tidak teratur
Ketika ovulasi tidak lagi normal, jangka waktu antara periode (siklus) menstruasi mungkin lebih lama atau malah lebih pendek. Bahkan, bisa tidak menstruasi dalam waktu beberapa bulan.
Jika hari haid kamu berubah menjadi tujuh hari atau lebih, itu kemungkinan kamu berada di perimenopause awal. Sedangkan jika kamu memiliki jarak 60 hari atau lebih di antara periode menstruasi tersebut, kamu berarti berada di perimenopause terlambat.
5. Kurangnya hasrat seksual
Mayoritas wanita melaporkan memiliki gairah seksual yang terbatas atau bahkan tidak sama sekali, ketika memasuki masa perimenopause.
Namun, ini tidak terjadi pada semua orang karena pakar kesehatan seksual menunjukkan bahwa jika kamu memiliki keintiman seksual yang memuaskan sebelum menopause, kemungkinan besar akan berlanjut.
6. Masalah vagina
Ketika kadar estrogen berkurang, ada kemungkinan jaringan di dalam vagina kehilangan lubrikasi dan elastisitas. Ini yang kemudian membuat hubungan intim terasa menyakitkan pada wanita.
Tingkat estrogen yang rendah meningkatkan risiko infeksi saluran kemih atau vagina dan inkontinensia urin.
Tambahan:
Selain enam poin di atas, adapun tanda dan gejala perimenopause lainnya pada wanita, adalah sebagai berikut:
Menerapkan pilihan gaya hidup sehat sangatlah membantu seorang wanita dalam mengelola gejala perimenopause.
Seperti yang ditunjukkan penelitian, bahwasanya penanganan perimenopause dapat dikelola melalui perubahan gaya hidup berikut ini:
Catatan:
Biasanya, rata-rata lama perimenopause sekitar empat tahun. Namun bagi beberapa wanita, tahap ini mungkin hanya berlangsung beberapa bulan saja atau berlanjut selama sepuluh tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: