Ilustrasi pneumonia (pennmedicine.org)
Pneumonia adalah infeksi paru-paru di mana kantung udara (dikenal sebagai alveoli) berisi nanah atau cairan yang menyebabkan peradangan dan kesulitan bernapas.
Infeksi atau peradangan paru-paru ini disebabkan oleh bakteri. Namun, penyebab pneumonia lainnya bisa juga dikarenakan mikroorganisme lain seperti virus dan jamur.
Pneumonia tergolong sebagai penyakit berbahaya dan bisa merenggut nyawa jika menyerang orang tua, bayi, pasien penyakit kronis, atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Adapun jumlah kasus pneumonia tertinggi dilaporkan terjadi di negara bagian Bihar, Uttar Pradesh, dan Madhya Pradesh. Di samping itu, secara bersamaan ada 5 negara teratas yang terkena infeksi paru-paru ini yaitu India, Tiongkok, Bangladesh, Pakistan, dan Indonesia.
Streptococcus pneumoniae, bakteri Gram-positif, adalah penyebab paling umum dari pneumonia. Jamur mirip ragi bernama Pneumocystis jiroveci adalah kuman lain yang bertanggung jawab atas kondisi infeksi paru-paru ini.
Beberapa bakteri, jamur maupun virus bertanggung jawab menyebabkan pneumonia, di antaranya:
Dengan beragamnya penyebab pneumonia tersebut, gejala infeksi paru-paru ini juga beragam, mulai dari yang ringan hingga parah.
Kemunculannya tergantung pada jenis mikroorganisme, usia, kesehatan, serta kondisi medis pasien. Namun, gejala pneumonia paling umum, meliputi:
Untuk mendiagnosa apakah seseorang mengidap sakit pneumonia, dapat diketahui jelas melalui tahapan proses berikut ini:
Pengobatan pneumonia tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya, apakah itu ringan atau justru parah. Metode pengobatan pneumonia yang paling umum meliputi:
Obat-obatan medis - Obat antibiotik digunakan untuk mengobati pneumonia bakterial, obat antijamur untuk radang paru yang disebabkan oleh jamur, serta obat antivirus untuk pneumonia virus. Semua jenis obat tersebut diminum selama berminggu-minggu untuk membersihkan infeksi paru-paru.
Catatan:
Pada dasarnya, tidak ada orang yang ingin sakit, dalam hal ini berkaitan dengan penyakit pneumonia yang bisa dialami siapa saja. Oleh karena, kamu sebaiknya lakukan langkah pencegahan pneumonia, seperti:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: