Tumor otak (matherhospital.org)
Setiap tahun, tumor otak ganas primer mempengaruhi sekitar 200.000 orang di seluruh dunia. Prevalensi tumor otak ganas primer yaitu 3,7 per 100.000 pada pria dan 2,6 per 100.000 pada wanita.
Tumor otak adalah penyakit yang disebabkan adanya pertumbuhan sel-sel abnormal di otak. Sel abnormal jinak tidak mengarah pada risiko kanker, sedangkan sel ganas mengarah pada kanker.
Lalu, siapa saja yang bisa mengalami tumor otak? Jawabannya, tumor otak dapat terjadi pada semua kalangan usia. Tapi, pasien usia lanjut cenderung memiliki risiko tinggi terkena tumor otak primer.
Terkait penyebab tumor otak, belum diketahui secara pasti. Namun, menurut American Cancer Society, tumor otak terjadi ketika ada perubahan (mutasi) pada DNA sel.
Hal tersebut memungkinkan sel untuk tumbuh dan membelah dengan cepat, mengakibatkan pertumbuhan sel tidak normal (abnormal) yang membentuk tumor.
Selain itu, sindrom genetik dan paparan radiasi pengion dosis tinggi menyebabkan risiko tumor otak primer.
Secara medis, ada dua jenis tumor yaitu tumor otak primer dan sekunder. Tumor otak yang terjadi di otak dikenal sebagai tumor otak primer, sementara tumor otak sekunder atau metastatik terjadi ketika sel kanker dari tubuh menyebar ke otak.
Tumor otak primer yang dimulai di otak dapat berkembang dari sel otak, sel saraf, selaput yang mengelilingi otak (meninges), dan kelenjar.
Untuk jenis tumor otak primer ini sifatnya bisa jinak atau bahkan ganas. Menurut penelitian, tumor otak ganas merupakan salah satu kanker paling sulit diobati, dengan tingkat kelangsungan hidup 5 tahun dan tingkat kesembuhan tidak lebih dari 35 persen.
Pada orang dewasa, jenis tumor otak yang paling umum adalah glioma dan meningioma. Adapun jenis lain dari tumor otak primer, antara lain:
Selanjutnya, ada jenis tumor otak sekunder yaitu tumor yang tumbuh di dalam otak, yang muncul dari penyebaran tumor kanker hingga ke aliran darah ke otak.
Gejala tumor otak biasanya tidak langsung terlihat secara kasat mata. Namun, ada beberapa tanda yang mengindikasikan apakah kamu menderita tumor otak atau tidak. Tanda-tanda tumor otak tahap awal sebagai berikut:
Diagnosis tumor otak penting dilakukan melalui pemeriksaan detail secara medis. Biasanya, dokter akan melakukan sejumlah tes untuk mengetahui lebih lanjut tentang ukuran, jenis dan lokasi tumor. Tes tersebut meliputi:
1. Pemeriksaan neurologis - Tes ini dilakukan untuk mencari tahu apa yang menyebabkan gejala tumor tahap awal yang kemungkinan kamu alami.
Tes neurologi meliputi tes pendengaran, tes mata, tes keseimbangan dan koordinasi, tes refleks, tes indra peraba dan penciuman, tes otot wajah, tes gerakan kepala, tes gerakan lidah dan refleks muntah, tes memori, berpikir abstrak, dan tes kesehatan mental.
2. Tes tambahan - Apabila dokter mencurigai adanya tumor otak yang menyebabkan gejala-gejala pada tubuh berdasarkan hasil pemeriksaan neurologis, dokter akan melakukan tes tambahan seperti CT scan, MRI, tes darah dan urin.
Jika pada hasil akhir diagnosis, dokter menyatakan positif tumor otak, maka langkah selanjutnya pasien harus segera melakukan pengobatan tumor secara bertahap.
Pengobatan tumor otak tidak bisa disamaratakan, karena tergantung pada jenis, ukuran, dan lokasi tumor, serta usia dan kesehatan pasien secara keseluruhan.
- Operasi
Ini adalah langkah pertama dalam mengobati sebagian besar tumor otak dan seringkali merupakan pengobatan yang banyak dipilih pasien. Operasi dapat membantu mengangkat tumor sebanyak mungkin tanpa merusak jaringan otak sehat di sekitar tumor.
- Kemoterapi
Prosedur pengobatan tumor otak ini mewajibkan pasien mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk membunuh sel kanker dan menghentikan ataupun memperlambat pertumbuhan sel.
Kemoterapi membantu mengobati astrositoma anaplastik, medulloblastoma, atau tumor sel germinal.
- Terapi radiasi
Radiasi disebut juga sinar-X, sinar gamma atau foton. Jenis terapi pengobatan tumor otak ini bekerja dengan cara membunuh sel tumor secara langsung.
Semakin banyak sel tumor yang mati karena terapi radiasi. Terapi radiasi bisa dilakukan pasca operasi untuk menghancurkan bagian sel tumor yang tersisa.
Setelah perawatan, rehabilitasi adalah bagian penting dari proses pemulihan pasien, meliputi terapi fisik, terapi wicara dan terapi okupasi.
Pada dasarnya, tidak ada yang bisa mencegah tumor otak. Namun, kamu dapat menurunkan risiko tumor otak dengan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan mengurangi paparan radiasi.
Menurut National Foundation for Cancer Research, glioblastoma multiforme (GBM) adalah jenis kanker otak paling mematikan, yang menyumbang sekitar 45 persen dari semua tumor otak ganas.
Harapan hidup untuk tumor otak ganas biasanya memiliki tingkat kelangsungan hidup lima tahun setelah diagnosis. Tumor otak yang ganas dapat menyebabkan kerusakan otak dan mengancam nyawa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: