Infeksi yang menjad penyebab sepsis (Pexels/Anna-Shvets)
Sepsis merupakan respons ekstrem tubuh terhadap infeksi. Ini adalah keadaan darurat medis yang mengancam jiwa. Sepsis terjadi ketika infeksi yang Anda alami memicu reaksi berantai di seluruh tubuh Anda.
Presenter yang juga mantan juru bicara Gus Dur yakni Wimar Witoelar meninggal dunia pada Rabu (19/5/2021) lalu karena penyakit sepsis.
Dilansir dari CDC, tanpa pengobatan yang tepat waktu, sepsis dapat dengan cepat menyebabkan kerusakan jaringan, kegagalan organ, dan kematian.
Hampir semua jenis infeksi dapat menyebabkan sepsis. Infeksi yang menyebabkan sepsis paling sering dimulai di paru-paru, saluran kemih, kulit, atau saluran pencernaan.
Anda tidak dapat menyebarkan sepsis ke orang lain. Namun, infeksi dapat menyebabkan sepsis, dan Anda dapat menyebarkan beberapa infeksi ke orang lain.
Baca Juga: Meninggal Dunia, Perjalanan Hidup Wimar Witoelar dari Presenter hingga Jubir Gus Dur
Infeksi bakteri menyebabkan sebagian besar kasus sepsis. Sepsis juga bisa disebabkan oleh infeksi lain, termasuk infeksi virus, seperti COVID-19 atau influenza.
Siapa yang berisiko?
Siapapun bisa terkena infeksi, dan hampir semua infeksi bisa menyebabkan sepsis. Meski begitu, beberapa orang berisiko lebih tinggi yakni:
1. Dewasa dengan usia 65 tahun ke atas
2. Orang dengan sistem kekebalan yang lemah
3. Anak-anak di bawah satu tahun
4. Orang dengan kondisi medis kronis, seperti diabetes, penyakit paru-paru, kanker, dan penyakit ginjal
5. Orang yang sebelumnya pernah tertular sepsis
Apa penyebab sepsis?
Saat kuman masuk ke tubuh seseorang, mereka dapat menyebabkan infeksi. Jika Anda tidak menghentikan infeksi tersebut, maka dapat menyebabkan sepsis.
Sepsis adalah keadaan darurat medis. Jika Anda atau orang yang Anda cintai mengalami infeksi yang tidak kunjung membaik atau semakin parah, BERTINDAK CEPAT. Dapatkan perawatan medis SEGERA baik secara langsung, atau minimal, melalui layanan telepon.
Tanyakan kepada ahli kesehatan Anda, "Mungkinkah infeksi ini menyebabkan sepsis?" dan tanyakan apakah Anda harus pergi ke ruang gawat darurat untuk pemeriksaan medis.
Shandy Aulia Angkat Bicara saat Anak Disebut Kurang Gizi, Tak Proses ke Hukum karena...
Pendiri Aplikasi Telegram Sebut Kalau Pengguna iPhone Sebagai Budak Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: