Ilustrasi sakit jantung (Pixabay)
Dalam waktu berdekatan, dua atlet mengalami serangan jantung yang mengancam nyawa. Pertama adalah pemain Denmark Christian Eriksen yang mengalami henti jantung dalam laga Denmark vs Finlandia di Euro 2020.
Namun, nyawanya masih terselamatkan berkat pertolongan pertama cepat yang dilakukan kapten timnas Denmark, Simon Kjaer, sebelum tim medis datang.
Yang kedua adalah legenda bulu tangkis Indonesia, Markis Kido. Dia mengalami serangan jantung saat sedang bermain bulu tangkis bersama teman-temannya.
Tiba-tiba Kido tersungkur di lapangan. Teman-temannya sudah berupaya menolong dan bergegas membawa ke rumah sakit, namun nyawa Markis Kido tak terselamatkan.
Hal ini memperlihatkan betapa pentingnya pertolongan pertama pada kasus serangan jantung. Lalu, jika kamu melihat orang tak sadarkan diri di depanmu, apa pertolongan pertama yang sebaiknya diberikan?
"Seorang yang kolaps atau pingsan atau tidak sadarkan diri jangan didudukkan, harusnya dibaringkan," ujar dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Vito A. Damay, dilansir Antara, Selasa (15/6/2021).
Membaringkan orang yang kena serangan jantung akan membuat aliran darah ke otaknya lebih baik, karena posisi sejajar dengan jantung yang memompa darah.
"Kalau perlu malah kakinya diangkat 30 cm agar bisa membantu aliran balik sirkulasi darah ke jantung agar dipompa ke seluruh tubuh termasuk ke otak. Akan membantu orang yang pingsan cepat sadar penuh," kata dia.
Lalu, jangan buru-buru memberikan minum kepada korban hingga benar-benar sadar dan bisa minum sendiri. Tujuannya untuk menghindari korban tersedak dan memperparah kondisinya.
Air bisa masuk ke saluran napas karena dia tak sadar dan menelan spontan. Jadi, tunggu dia sadar dulu lalu beri dia minum. Cara ini lebih aman.
Ketika seseorang pingsan atau hilang kesadaran mendadak, kamu perlu membangunkannya agar setidaknya memiliki kesadaran meski tidak sepenuhnya. Yang penting ada napas spontan dan nadinya berdenyut.
"Kalau henti jantung dipanggil tidak akan respon, napas spontan tidak ada atau mungkin mengorok dan denyut pun tidak teraba. maka segera lakukan CPR," tutur dia.
Vito menyoroti begitu pentingnya metode CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau RJP (resusitasi jantung paru) untuk dipelajari, sekalipun kamu bukan profesional di bidang kesehatan.
Pengetahuan ini penting karena bisa menyelematkan nyawa seseorang saat mengalami serangan jantung, seperti yang dilakukan Simon Kjaer kepada Christian Eriksen.
Simak video tutorial berikut untuk melakukan CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau RJP (resusitasi jantung paru)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: