Ilustrasi mahasiswa yang mengalami gangguan mental (Pixabay/tommaso79)
Menjadi seorang mahasiswa memang gampang-gampang susah. Gelar ‘maha’ yang disandang kerap membuat siswa perguruan tinggi ini tertekan.
Belum lagi padatnya jadwal kuliah, lingkungan pergaulan yang baru, situasi lingkungan yang baru, atau kuliah sambil bekerja, terkadang menjadi beban mental tersendiri bagi mahasiswa.
Baca juga: Studi: Gangguan Mental Berisiko Tinggi Terjadi pada Penyintas COVID-19
Akibatnya para mahasiswa kerap dihinggapi masalah kesehatan mental. Nah berikut 4 masalah gangguan mental yang sering terjadi pad mahasiswa.
1. Depresi
Menurut riset American Psychological Association, kasus gangguan mental pada mahasiswa naik hingga 10 persen dalam 10 tahun terakhir. Di antara kasus tersebut, mahasiswa paling banyak terkena depresi.
Hal ini mungkin disebabkan karena kurangnya manajemen dalam mengatur waktu bermain dan kuliah. Tidak hanya itu, persaingan yang semakin terbuka saat masa kuliah membuat mahasiswa menjadi tidak percaya diri.
Di mana mahasiswa kerap ragu dengan kemampuannya dan merasa tidak bisa melakukan apapun. Alhasil mereka merasa penuh beban dan tanggung jawab, tapi tidak bisa menyelesaikannya dengan baik.
2. Insomnia
Belajar dan mengerjakan tugas terkadang membuat seorang mahasiswa terjaga hingga larut malam. Kebiasaan ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan, loh.
Insomnia dapat membuat kamu kekurangan waktu istirahat sehingga berpengaruh pada fungsi kognitif. Di mana kurang tidur atau istirahat akan membuat otakmu terasa lelah sehingga mengakibatkan sulit berkonsentrasi dan berpikir dengan baik.
3. Cemas berlebihan
Jika kamu merasa cemas sesekali, hal ini masih dalam tahap normal. Namun, jika kamu merasa cemas pada setiap kegiatan yang kamu lakukan, kemungkinan kamu mengalami gangguan mental.
Rasa cemas berlebihan atau anxiety disorder dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuat kamu tidak dapat menjalani hidup seperti biasa.
Gangguan kesehatan mental yang satu ini sangat tidak boleh disepelekan karena dapat menyebabkan gangguan fisik hingga meningkatkan risiko penyakit jantung.
4. Gangguan Makan
Gangguan makan juga menjadi masalah kesehatan mental yang paling sering terjadi pada mahasiswa. Gangguan ini semakin buruk ketika kamu tidak menyadari kamu menderita gangguan makan.
Kamu bisa makan lebih banyak atau terlalu sedikit dan merasa semuanya baik-baik saja. Padahal bisa jadi ini sinyal bahwa mentalmu bermasalah.
Nah jika sudah merasa mengalami gangguan makan, sebaiknya paksa diri untuk kembali pada pola makan seperti awal. Tidak ada salahnya untuk perbanyak mengonsumsi buah dan sayur.
Nutrisi dan gizi yang terpenuhi nyatanya membantu kamu untuk lebih mudah menjalani tugas sebagai mahasiswa.
Selain itu, luangkan waktu di tengah aktivitas sebagai mahasiswa untuk berolahraga. Sebab tak hanya kesehatan mental, kesehatan fisik juga penting kamu jaga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: