Ilustrasi COVID-19. (Pixabay/@fernandozhiminaicela)
Varian baru COVID-19, XE yang terdeteksi di Inggris pada 19 Januari, diklaim oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lebih menular.
Varian baru tersebut diyakini kombinasi dari dua versi sebelumnya dari subvarian Omicron - BA.1 dan BA.2. Menurut WHO varian baru 10 persen lebih mudah menular daripada subvarian BA.2.
Dilansir Times of India, berikut ini fakta yang harus kamu ketahui tentang varian XE.
Varian XE dikatakan sebagai rekombinan dari Omicron BA1 dan BA2. Rekombinasi antar strain virus bukanlah hal baru. Varian rekombinan terjadi ketika seorang individu terinfeksi lebih dari satu varian yang bergabung menjadi satu.
Baca juga: Terdeteksi di Inggris, WHO Sebut Varian Baru COVID-19 XE Mungkin Lebih Menular
"Seperti varian virus corona lainnya, sebagian besar tidak memberikan keuntungan apa pun dan mati relatif cepat," kata Susan Hopkins, Kepala Penasihat Medis, Badan Keamanan Kesehatan Inggris.
Dalam laporan barunya WHO menyoroti temuan awal tentang varian baru XE yang dikhawatirkan berpotensi baru menyebabkan pandemi.
"Sebanyak 637 kasus XE - rekombinan Omicron BA.1 dan BA.2, telah dikonfirmasi di Inggris sejauh ini. Yang paling awal memiliki tanggal spesimen 19 Januari 2022," bunyi laporan tersebut yang diperbarui pada 25 Maret.
Varian XE dinilai sangat menular, bahkan 10 kali lebih mudah menular daripada varian Omicron. Sampai saat ini varian omicron memiliki tingkat penularan tertinggi dibandingkan semua varian sebelumnya.
Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris, sejak pertama kali kasus XE terdeteksi di Inggris, sejauh ini total 637 kasus telah dilaporkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: